Minggu, 5 Juli 2020

A-218 – Zakharia 9:9-10 – “Bersorak-sorailah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hati puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda” (ay 9)

KERAJAAN YANG TIADA BANDINGANNYA

  1. Teks dari Zakaria ini merupakan kesaksian mengenai pengharapan akan Mesias. Kesaksian ini berasal dari abad ketiga SM. Berkat usaha “kaum miskin Yahwe – kaum anawim, tradisi Yahudi telah mengalami perubahan mendalam. Zaman kemalangan dan pembuangan telah menghasilkan buah-buah yang baik.
  2. Mesias yang diharapkan oleh orang-orang Israel akan memangku jabatan raja. Jadi ia akan berasal dari keturunan Daud. Tetapi dari gambaran Mesias itu hilanglah sudah kekuasaan, yang dahulu demikian ditekankan. Mesias sendiri akan termasuk kaum rendah hati dan masyarakat rendahan (ay 9). Ia akan menang, tetapi bukan karena senjata, melainkan karena keadilan yang ditegakkan-Nya (ay 10). Sebagai raja semesta alam, Ia akan menjadi pemberita damai (ay 10).
  3. Pada hari Minggu Palma, Yesus memasuki kota Yerusalem. Ia akan puas dengan menunggang seekor keledai saja, hewan pengangkut para petani miskin. Betapa jelaslah hubungan peristiwa dari kehidupan Yesus itu dengan nubuat nabi Zakharia ini.

Bac Injil – Mat 11:25-30 – “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (ay 28)