Sabtu 9 Nopember 2019, Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran, THE INDESTRUCTIBLE TEMPLE

BACAAN

Yeh 47:1-2.8-9.12 – “Ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk yang berkeriapan di dalamnya akan hidup”
1Kor 3:9b-11.16-17 – “Kamu adalah tempat kediaman Allah”
Yoh 2:13-22 – “Bait Allah yang dimaksudkan Yesus ialah tubuh-Nya sendiri”

 

RENUNGAN

  1. Hari ini kita merayakan pesta pemberkatan Gereja Basilik Lateran, yang dikenal sebagai “ibu dan cikal bakal semua gereja.” Ketika pergi ke Roma dan mengunjungi gereja yang pantas dikagumi ini, sekarang berumur 17 abad, akan merasakan daya tahan Kekatolikan. Keberadaan Gereja Katolik sudah cukup lama, dan akan berada lebih lama lagi – pastinya sampai hari penghakiman. Tidak masalah betapa berat dunia dan para penguasanya telah mencobai Gereja, namun mereka tidak akan mampu menghancurkannya. Hal ini memberi keyakinan bahwa Tuhan selalu menyertai perjalanan kita sepanjang sejarah.
  2. Tidak bisa dihancurkan tidak berarti Gereja tidak membutuhkan pemurnian. Dalam Injil hari ini, Yesus ingin mengembalikan Bait Allah sebagai tempat kudus yang dapat memberikan kedamaian dan ketenteraman hidup. Bait Allah adalah tempat manusia bertemu dan bersatu dengan Allah. Yesus marah karena Bait Allah tidak lagi dipakai sebagai tempat untuk mendapatkan kedamaian, tetapi untuk mencari keuntungan, bukan untuk bertemu dengan Allah tetapi untuk bersama-sama meninggalkan Allah.
  3. Kalau kita ke gereja, harian maupun mingguan, pertama-tama ingin bertemu dan menerima Tuhan dalam wujud Firman dan Tubuh Kristus. Gereja adalah tempat yang paling indah untuk bersekutu dengan Allah dan sesama umat beriman. Oleh karena itu, kita sebaiknya selalu memandang Gereja bukan tempat untuk mencari keuntungan, tetapi untuk pelayanan; bukan tempat untuk kencan, tetapi untuk lebih mesra dengan Tuhan; bukan tempat untuk menonton kelucuan, tetapi untuk merasakan keteduhan; bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban beribadat, tetapi tempat yang tepat untuk mencari jawaban atas kebutuhan rohani kita.