Sabtu 7 September 2019, YESUS: TUHAN DAN PUSAT KEHIDUPAN

BACAAN

Kol 1:21-23 – “Allah telah mendamaikan kamu, agar kamu ditempatkan di hadapan-Nya dalam keadaan kudus dan tak bercela”
Luk 6:1-5 – “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat”

 

RENUNGAN

  1. Kadang-kadang sebuah kalimat pendek menyatakan begitu banyak apa yang terjadi di dalam pikiran dan hati seseorang. Misalnya motto Santo Yohanes Paulus II selama menjabat sebagai Paus: “Be not afraid.” Kalimat tersebut menyatakan sikapnya selama 26 tahun masa kepausannya. Kalimat pendek juga dikatakan oleh orang-orang Parisi kepada Yesus: “Mengapa Engkau melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” Kalimat tersebut menyatakan bahwa orang-orang Parisi begitu terobsesi oleh hukum lahiriah, tetapi kehilangan makna hukum. Mereka juga kehilangan gambaran yang ingin disampaikan oleh hukum, yaitu bahwa Kristus datang sebagai pembawa kepenuhan kasih terhadap Allah dan kasih terhadap sesama. Sebagai orang beriman, kita tidak dipanggil untuk memiliki hati yang penuh perhitungan untung rugi, tetapi dipanggil untuk memiliki hati yang dipenuhi dengan cinta tanpa syarat. Beranikah aku?
  2. Di tangan orang-orang Parisi, Sabat sudah menjadi beku dan kehilangan makna. Yesus menanggapi dengan menyebut bahwa Daud melakukan hal-hal yang dilarang pada hari Sabat, karena para prajuritnya lapar (1 Sam 21:2-17). Dalam Injil Matius, Yesus tidak hanya mengingatkan kisah Daud, tetapi juga mengutip hukum yang membolehkan para imam bekerja pada hari Sabat (Mat 12:5; Bil 28:9-10). Ia juga mengutip kitab nabi Hosea: “Yang kukehendaki ialah belas kasihan, bukan persembahan” (Mat 12:7; Hos 6:6).
  3. Sabat yang sesungguhnya adalah hari yang dikhususkan bagi Umat Allah untuk mengingat dan merayakan kemurahan Allah, baik karena penciptaan maupun karena penebusan-Nya. Dalam Sabat, kita diberi kesempatan untuk membangun relasi dengan Allah dan membarui relasi dengan orang lain. Yesus mengakhiri konflik dengan berkata: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” Dalam Injil Markus, Yesus menyatakan: “Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat” (Mrk 2:27). Dengan pernyataan-pernyataan-Nya tersebut, Yesus menegaskan bahwa Ia hidup dalam kesatuan dengan Allah, dan Ia adalah Tuhan dan pusat kehidupan.