Jumat 14 Juni 2019, HATI YANG BERSIH

BACAAN

2Kor 4:7-15 – “Allah yang membangkitkan Tuhan Yesus akan membangkitkan kami juga”
Mat 5:27-32 – “Barangsiapa memandang wanita dengan menginginkannya, dia sudah berbuat zinah di dalam hatinya”

 

RENUNGAN

  1. Mengenai kesucian, Yesus membuat satu langkah lebih maju daripada Perjanjian Lama. Yesus mengajarkan bahwa melihat seorang wanita dengan penuh nafsu (dengan menginginkannya), melihat dia sebagai obyek untuk memenuhi nafsu merupakan dosa yang sangat serius. Martabat setiap orang tidak dapat diganggu gugat. Artinya kita harus punya hormat yang dalam terhadap tubuh sendiri dan tubuh orang lain. Orang lain tidak bisa dijadikan obyek kepuasan seksual semata.
  2. Seruan Yesus untuk memiliki kesucian amat sangat positif. “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Mat 22:37). Kesucian merupakan konsekuensi cinta yang mendorong kita untuk berkomitmen terhadap Kristus secara jiwa dan raga, pancaindera mau pun perasaan kita. Yesus menggunakan gambaran “mata kanan” dan “tangan kanan” untuk menunjukkan tingginya nilai kesucian. Demi menjaga kesucian, maka bila tangan atau mata menjadi batu sandungan dalam relasi kita dengan Allah, harus dipotong. Kita harus fight untuk kebenaran dengan seluruh kekuatan kita, siap menghapuskan apa saja yang dapat melukai hati Allah.
  3. Dari Injil hari ini, Yesus juga menegaskan kembali prinsip perkawinan yang tak terceraikan, prinsip yang telah diajarkan Gereja sejak awal. Gereja mengajarkan demikian karena perkawinan bukanlah institusi yang diciptakan oleh manusia, melainkan oleh Allah. Ini merupakan ajaran Kitab Suci dan juga Tradisi Gereja universal. Perkawinan berlangsung sampai kematian; apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh dipisahkan.
  4. Apakah aku menghidupi perkawinan sebagai sebuah perjanjian? Apakah aku memperlakukan pasanganku dengan penuh hormat dan afeksi? Apakah aku mendedikasikan hati, waktu dan energiku untuk merawat cinta dan keluarga sehingga aku dan pasanganku dan keluargaku tumbuh subur dan bahagia? (MS)