Jumat 15 Pebr 2019, IA PERCAYA MAKA IA BERBICARA

BACAAN

Kej 3:1-8 – “Kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang buruk”
Mrk 7:31-37 – “Yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berbicara”

 

RENUNGAN

  1. Injil hari ini mengajak kita untuk merenungkan tentang seseorang yang sejak lahir tuli dan gagap. Banyak orang tidak bisa merangkul pewahyuan Yesus bukannya karena tidak diberi, tetapi karena tidak dipersiapkan untuk menerima pewahyuan tersebut. Kita sepantasnya bersyukur atas apa yang telah kita terima dari Tuhan lewat Gereja-Nya. Apa jadinya kalau kita tidak memiliki iman?
  2. Tuhan Yesus mewahyukan diri kepada orang yang lahir tuli dan gagap tersebut, dan kekuatan-Nya memberi orang tadi bisa mendengar dan berbicara dengan lancar. Jika kita tuli terhadap pewahyuan Tuhan, kita akan seperti orang tadi. Tidak mampu menyampaikan arti hidup kita, tidak mampu memberi diri kita kepada Tuhan, dan hidup hanya lewat begitu saja. Tetapi ketika Tuhan menjamah telinga dan lidah kita, jika Ia menyembuhkan dan memberikan rahmat-Nya, maka hidup kita akan memiliki arah dan arti baru.
  3. Tuhan Yesus memulihkan kesehatan lidah dan telinga orang tersebut. Dengan demikian Tuhan menyampaikan jati diri-Nya yang sesungguhnya: “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan” (Kol 1:15), “Ia adalah manusia sempurna” (Redemptor Hominis, no. 10). Dengan kesehatannya yang telah dipulihkan, orang tersebut menjadi agen keselamatan Allah. Ia percaya, maka ia berbicara. Mengapa aku sering kelu dan tidak pernah berbicara tentang pengalaman imanku? (MS)