Kamis, 18 Okt 2018, St. Lukas, MENGANDALKAN ALLAH DAN MEMULIHKAN NILAI-NILAI MASYARAKAT

BACAAN

2Tim 4:10-17a – “Hanya Lukas yang tinggal dengan aku”
Luk 10:1-9 – “Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya”

 

RENUNGAN

  1. Lukas, yang pestanya kita rayakan hari ini, satu-satunya penulis Perjanjian Baru yang berasal dari bukan orang Yahudi. Hal tersebut sudah menjadi rencana Allah untuk menjadikan Lukas penulis Injil dan Kisah Para Rasul. Ia menerima rahmat khusus untuk menjadi bagian penting Gereja sepanjang sejarah. Mengapa kita diberi rahmat untuk boleh mengenal Kristus, sedangkan banyak orang tidak memperolehnya? Jawabannya: Allah menghendaki. Dan hal itu merupakan rencana Allah bagi kita.
  2. “Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.” Kalau Yesus menganggap para rasul seperti domba, mengapa Ia mengutus mereka ke tengah para serigala? Yesus ingin menguji iman para rasul. “Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?” Jawab mereka: “Suatu pun tidak.” (Luk 22:35). Para murid diajak untuk mengandalkan penyelenggaraan Allah, bukan pada ketrampilan dan talenta.
  3. Dari pengutusan tersebut, ada lima nilai yang harus dipulihkan: 1) Keramahtamahan yang harus ditunjukkan dengan damai sejahtera. 2) Berbagi dan berpartisipasi. 3) Membentuk komunio, artinya membangun keakraban dengan Allah yang diwujudkan dalam kebersamaan. 4) Menerima semua orang ke dalam komunio. 5) “Kerajaan Allah sudah dekat padamu.” Kerajaan Allah adalah cara hidup baru dan hidup bersama orang lain, sesuai seruan Yesus: Allah adalah Bapa dan kita semua adalah Saudara. (MS)