Sabtu, 13 Okt 2018 MENDENGARKAN, MERENUNGKAN dan MELAKUKAN

BACAAN

Gal 3:22-29 – “Kamu adalah anak-anak Allah berkat iman”
Luk 11:27-28 – “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan memeliharanya”

 

RENUNGAN

  1. Yesus berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan Sabda Allah dan memeliharanya.” Yesus juga berkata “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan Sabda Allah dan melakukannya” (Luk 8:19-21). Maria adalah model orang beriman yang mendengarkan Sabda Allah, menyimpan dalam hati dan mewujudkannya dalam kehidupan.
  2. Mendengarkan berarti penuh perhatian, menajamkan telinga, dan menciptakan suasana hening. Mengapa harus mendengarkan? Karena Allah berkata. Dan perkataan Allah memiliki daya cipta. “Ia berkata dan semuanya terjadi.” Para nabi sering berkata: “Dengarkan!” Setiap pagi orang-orang Israel membaca Thepilah dengan kata-kata: “Dengarkan O Israel!” Banyak kali Yesus mengawali khotbah-Nya dengan berkata: “Dengarkan.”
  3. Setelah mendengarkan dilanjutkan dengan merenungkan atau meditasi. “Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya” (Luk 2:19). Merenungkan berarti mencerna pelan-pelan Sabda Allah sampai memberi kekuatan batin. Dengan merenungkan, kita membiarkan Sabda tumbuh berakar, semakin kuat, dan menghasilkan buah.
  4. Tetapi, jaman sekarang, di mana kita sibuk dengan banyak pekerjaan, sibuk dan bingung dengan HP, kebiasaan untuk mendengarkan Sabda dan merenungkannya dalam hati semakin jarang dilakukan. Piye jal? (MS)

Leave a Reply