Minggu, 7 Okt 2018, SP Maria, Ratu Rosario, SATU DAN TAK TERCERAIKAN

BACAAN

Kej 2:18-24 – “Keduanya akan menjadi satu daging”
Ibr 2:9-11 – “Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan semua berasal dari Yang Satu”
Mrk 10:2-16 – “Apa yang telah dipersatukan Allah janganlah diceraikan manusia”

 

RENUNGAN

  1. Dari bacaan-bacaan hari ini mengajarkan bahwa suami-isteri telah dipersatukan oleh Allah, karena itu merupakan satu daging. Untuk merawat perkawinan, Firman Tuhan menegaskan pentingnya doa bersama. Kitab Tobit memberi contoh bagaimana Tobia dan Sara berdoa bersama (Tobit 8:4-9). Di dalam doa bersama perlu saling mendoakan pasangannya, terutama ketika berada dalam situasi sulit. Asas dasar suami-isteri adalah saling mengasihi : “Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri” (Ef 5:28).
  2. Allah merancang perkawinan sebagai yang eksklusif, tak terceraikan, dan saling melengkapi. Agar apa yang dikehendaki Allah ini terlaksana, kita perlu menyandarkan diri dan mengandalkan Tuhan: “Yesus, engkau andalanku.”
  3. Kita tidak pernah dibiarkan sendirian; Allah selalu berada di samping kita. Kerahiman Allah yang diwahyukan kepada St. Faustina dilukiskan dalam gambar Yesus Kerahiman. Dalam kerahiman-Nya yang tanpa batas, Allah ingin memenuhi kehidupan kita dengan rahmat dan cinta-Nya. Dalam kerahiman-Nya, Allah menghendaki agar kita membawa semua kelemahan, kebutuhan, dan kedosaan kita dan membenamkannya dalam hati-Nya. Di sana Allah menyembuhkan kita. Maka perlu pasangan suami-isteri semakin dekat dan bersatu dengan Allah. Bagaimana aku menghayati dan menghidupi sebagai suami/isteri?