Minggu, 23 Sept 18, HMB XXV, MENJADI PELAYAN TUHAN DALAM DIRI ORANG-ORANG KECIL

BACAAN

Yak 3:16-4:3 – “Buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai”
Mrk 9:30-37 – “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan menjadi pelayan dari semuanya”

 

RENUNGAN

  1. Ketika Yesus berbicara tentang apa yang akan terjadi atas diri-Nya, para murid tidak peduli terhadap Yesus, karena sibuk memperbincangkan siapa yang terbesar di antara mereka. Sama seperti kita, ketika misa di gereja hanya ngobrol dan main hape. Maka ketika Yesus ditangkap, disiksa dan disalib, para murid lari kocar-kocar entah ke mana. Bagaimana pengalaman Anda ketika menghadapi salib.
  2. Apa yang diperbincangkan para murid adalah: menjadi yang terbesar. Disebut besar bila memiliki kemuliaan dan keunggulan, kehormatan dan kekuasaan, serta harta kekayaan. Ketiganya halal dan sah-sah saja, tetapi bisa menjadi penghalang dalam menerima Yesus. Halangannya: ketika kita hanya mengejar yang disebut “besar” tersebut dan melupakan Tuhan dan Gereja umat Allah.
  3. Menurut Yesus, kita disebut besar jika kita menyambut Yesus, menyambut Sabda-Nya, dan mengerjakan ajaran-ajaran-Nya. Dengan demikian kita mewarisi ilmu menjadi pelayan Tuhan. Melayani adalah kata kunci seorang murid Yesus. “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan menjadi pelayan dari semuanya.” Artinya: membuat orang lain bahagia. Mudah bukan? (MS)