Senin, 17 Sept 2018, St. Robertus Bellarminus DIPANGGIL MENJADI SUMUR IMAN, HARAPAN, DAN KASIH DI MANA ORANG LAIN BISA MENIMBA

BACAAN

1Kor11:17-26 – “Bila ada perpecahan di antara kamu, itu bukanlah caranya untuk makan perjamuan Tuhan”
Luk 7:1-10 – “Di Israel pun iman sebesar itu belum pernah Kujumpai”

 

RENUNGAN

  1. Seringkali orang-orang yang diberi berkat sangat banyak, biasanya paling sedikit mengenal Allah. Hal ini dibuat oleh bangsa Israel. Karena alasan tersebut, Yesus memberikan anugerah iman kepada orang-orang di luar Israel, terutama mereka yang sederhana dan rendah hati. Contoh untuk hal tersebut adalah seorang perwira yang datang kepada Yesus. Sebagai orang beriman, sudah seharusnya kita berusaha seperti dia: sederhana, rendah hati, dan percaya sepenuhnya atas kuasa Yesus dalam kehidupan kita.
  2. ”Tuan, aku merasa tidak layak menerima Tuan dalam rumahku.” Kalimat tersebut menyatakan kerendahan hati yang dalam. Kita selalu mengungkapkannya selama Ekaristi sebelum menerima Komuni Suci, di mana kita benar-benar menerima Tubuh, Darah, dan Jiwa Kristus. Iman kita merupakan kunci untuk membuka hati kita terhadap rahmat penyembuhan dari Tuhan.
  3. ”Di Israel pun iman sebesar itu belum pernah Kujumpai.” Bukankah kita juga menghendaki agar Tuhan mengatakan kata-kata ini kepada kita? Tuhan memanggil kita agar menjadi sumur iman, harapan dan kasih, di mana orang lain bisa menimba untuk kekuatan hidupnya. (MS)