Selasa, 11 Sept 2018 ORA ET LABORA

BACAAN

1Kor 6:1-11 – “Adanya perkara di antaramu saja, antara seorang saudara terhadap saudara yang lain, telah merupakan kekalahan bagimu”
Luk 6:12-19 – “Semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah”

 

RENUNGAN

  1. Sering kali Penginjil mengatakan bahwa Yesus berdoa kepada Bapa-Nya. Untuk berdoa, Yesus pergi ke tempat yang cocok dan mengkhususkan waktu untuk berdoa. Ia “mendaki sebuah bukit untuk berdoa. Semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.” Dari sini kita dapat belajar dan mencontoh Tuhan, agar kehidupan doa kita semakin diperkaya.
  2. Bagi Yesus, ketika ada keputusan penting yang harus dibuat, Ia selalu konsultasi kepada Bapa-Nya untuk mengetahui kehendak-Nya. Ia tidak pernah tiba-tiba ketika memanggil duabelas pengikut-Nya untuk menjadi rasul. Demikian pula ketika kita ditunjuk untuk tugas tertentu demi Kerajaan Allah, Ia pun meyakinkan bahwa tugas kita tersebut sesuai dengan rencana Bapa.
  3. Yesus sungguh menyiapkan diri untuk aktifitas pada hari berikutnya. Dalam kesatuan dengan Bapa, Ia menyalurkan kebaikan-kebaikan Allah kepada mereka yang diperbudak oleh roh-roh jahat atau mereka yang membutuhkan kesembuhan. Yesus sungguh Allah sehingga Ia memiliki kekuatan dari diri-Nya sendiri. Tetapi tindakan Yesus ini, berdoa kepada Bapa-Nya, memberi sebuah contoh bagaimana kita menjadi ranting yang harus bersatu dengan pokok anggur untuk menghasilkan buah limpah sampai akhir hidup kita. Berdoa dan bekerja sampai akhir. Masihkah kita, setiap hari, mengkhususkan waktu untuk hening dan berdoa? (MS)