Senin, 10 September 2018, BERBUATLAH BAIK, SELALU DAN DI MANA SAJA

BACAAN

1Kor 5:1-8 – “Buanglah ragi yang lama; sebab Kristus, Anak Domba Paskah kita, telah disembelih”
Luk 6:6-11 – “Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat”

 

RENUNGAN

  1. Ketika Yesus berbicara, Ia selalu meyakinkan orang-orang yang hadir. Mereka berkomentar bahwa Yesus berbicara dengan meyakinkan, tidak seperti orang-orang Parisi. Hal ini karena Yesus mengajarkan sesuai dengan apa yang Ia lakukan; Ia melakukan apa yang Ia ajarkan. Ialah Guru dan Tuhan kita, yang bicara dengan penuh belas kasih, yang merendahkan diri dengan mencuci kaki para murid, dengan harapan kita pun melakukan hal yang sama.
  2. Yesus mahatahu. Ia tahu apa yang dipikirkan orang lain. Ia mencaci orang-orang Parisi karena mereka picik dan banyak rewel. Mereka menuntun orang lain, tetapi tidak mengerti kebutuhan orang lain. Yesus mencari orang yang perlu Ia bantu. Walau pun orang-orang di sekitar-Nya mengkritik apa yang Ia katakan dan kerjakan, Ia tidak pernah berhenti melakukan perbuatan baik. Ketika orang lain mencemooh dan mengkritik kita, apakah kita masih akan terus melakukan perbuatan cinta kasih?
  3. Budaya kematian dianut oleh orang-orang Parisi. Mereka menghakimi orang-orang yang tidak mengikuti hukum buatan mereka. Dengan sangat keras mereka mengecam Yesus karena dianggap melawan hukum Sabat. Sedangkan Yesus berbicara tentang Sabda Kehidupan. Ia memperkaya kehidupan dengan menyembuhkan banyak penyakit. Kita harus belajar dari Yesus, bagaimana menjadi cahaya dan kehidupan di tengah budaya yang memecah belah, egoisme, dan budaya kematian. (MS)