HMB XXIII 9-9-2018, MUKJIZAT TUHAN

BACAAN

Yes 35:4-7a – “Telinga orang tuli akan dibuka, dan mulut orang bisu akan bersoarak-sorai”
Yak 2:1-5 – “Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi ahli waris Kerajaan?”
Mrk 7:31-37 – “Yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berbicara”

 

RENUNGAN

  1. Penginjil Markus menulis bahwa Yesus memerintahkan setiap orang untuk tidak mengatakan tentang mukjizat yang barusan terjadi. Mengapa ? Apakah Ia malu, takut? Bukan. Ia menghendaki kebijaksanaan. Yesus tahu kecenderungan manusia yang begitu lemah. Ia tahu bahwa banyak mukjizat telah membawa orang-orang berpikir bahwa diri-Nya hanya sebagai pembuat mukjizat, dan mereka terkesan bahwa Yesus ingin menciptakan firdaus di bumi ini. Yesus tidak mau cara pikir seperti itu.
  2. Visi Tuhan: a) ingin menyadarkan manusia bahwa Kerajaan Allah jauh melebihi politik dan ekonomi, b) ingin menyentuh hati manusia dan membawanya kembali untuk berkomunikasi dengan Tuhan, c) ingin membawa manusia ke jalan menuju hidup yang kekal.
  3. Mukjizat bukan tujuan misi-Nya. Mukjijat hanyalah tanda dan peneguhan kebenaran atas apa yang Ia ajarkan, undangan untuk percaya, untuk taat, dan untuk mengikuti Dia. Untuk alasan ini Tuhan melarang orang-orang yang mengikuti-Nya untuk menyebarkan berita tentang mukjizat tersebut.
  4. Tetapi larangan tersebut tidak berjalan. Semakin mereka mendengar tindakan-tindakan-Nya yang menakjubkan, semakin mereka tidak mengenal Yesus, karena hanya terpaku pada mukjizat. Hal ini jelas ketika Yesus memanggul salib menuju Golgota, walaupun banyak dari mereka yang disembuhkan tetapi tidak ada yang sudi mengikuti dia ke Golgota. Bahkan murid-murid yang paling dekat pun, menolak atau meninggalkan-Nya selama Dia sengsara. Bagaimana dengan Anda? (MS)