BKSN KAJ 2018 – PERTEMUAN KE-2, MENGATASI KONFLIK DALAM PERKAWINAN: KISAH PASUTRI DALAM KITAB SUCI

1. Pengantar

Dari pertemuan ini , kita akan belajar dari pasangan suami isteri dalam Kitab Suci, yaitu Tobit-Hana (Tobit 2:9-14c). Pasangan ini berhasil mengatasi konflik sebagai suami isteri. Penyebab konflik di antara mereka adalah suami melakukan kesalahan yang melukai pasangannya.

2. Penjelasan Tobit 2:9-14c

9-10 – Tobit mengalami kecelakaan tak terduga. Tahi burung jatuh persis di matanya sewaktu berbaring dekat pagar tembok rumahnya. Hidupnya hancur dan tidak mampu lagi menafkahi keluarga.
11-12 – Isteri Tobit (Hana) berperan sebagai tulang punggung keluarga. Ia rela bekerja keras, pagi, siang, maupun malam demi menafkahi keluarganya. Ia tidak mengeluh dan tidak keberatan melakukan semuanya.
13 – Hana mendapat upah dan tambahan berupa seekor anak kambing. Awal konflik sebagai suami isteri. Tobit yang hancur menjadi pribadi sensitip, negatip, dan pemarah. Ia menjadi rendah diri.
14a – Pembelaan Hana: “Kambing itu diberikan kepadaku sebagai tambahan upahku.”
14b – Ketidakpercayaan Tobit, Ia menjadi curiga dan menuduh isterinya mencuri
kambing.
14c – Isterinya marah dan menyadarkan Tobit.

3. Sumber Konflik Suami-isteri

a. Penghasilan: sangat kurang atau jomplang. e. Agama
b. Anak: tidak mempunyai anak. f. Mertua/Ortu: ikut campur urusan.
c. Kehadiran wil/pil/perselingkuhan g. Perbedaan kepribadian
d. Sex h. Kurang /tidak ada komunikasi

4. Menyelesaikan konflik

Fasilitator diharapkan memberikan motivasi kepada peserta untuk berbagi pengalaman tentang mengelola dan menyelesaikan konflik yang terjadi dalam hidup perkawinan mereka masing-masing

5. Membangun niat

Membuat niat sesuai dengan peran masing-masing demi mengutamakan keluarga yang rukun, damai, dan katolik.

 

MS,9 Sept 2018