MENERIMA MEREKA SEPERTI APA ADANYA

BACAAN

Amos 8:4-6.9-12 – “Aku akan mengirimkan kelaparan, bukan kelaparan akan makanan, melainkan kelaparan akan Sabda Tuhan”
Mat 9:9-13 – “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku menginginkan belaskasihan, bukan persembahan.”

 

RENUNGAN

  1. Pada waktu itu, oleh orang-orang Parisi, pemungut cukai disamakan dengan perampok dan pendosa. Orang-orang Parisi tidak mau bergaul dengan mereka, apalagi makan bersama mereka. Tidak demikian dengan Yesus. Ia bergaul dan makan bersama mereka.
  2. Yesus menyambut pemungut cukai, orang-orang berdosa dengan ramah, tanpa menghakimi, tanpa menghukum, tanpa memperhatikan latar belakang mereka. Semua orang disambut. Dan yang hebat: Yesus tidak menuntut perubahan apa pun dari mereka. Yesus hanya mengatakan: “Ikutlah Aku!” untuk melihat, bersama, dan mengalami Dia.
  3. Sekarang ini Yesus juga memanggil kita: “Ikutlah Aku!” Kita dipanggil untuk melihat Yesus, bersama Dia, mengalami Dia, dan belajar dari Dia. Kita diharapkan mengalami sukacita dan belaskasihan Allah. Dan pengalaman itu yang mesti kita bagi kepada orang lain.
  4. Namun kenyataannya adalah ini: Kita suka menuntut orang lain berubah seperti kita, mudah menggerutu, gampang mengadili orang lain, melihat orang lain dengan pandangan negatip, dan menebar ketidak puasan di sana-sini lewat berita hoax. Beranikah kita meninggalkan sikap-sikap negatif tersebut dan mengubahnya menjadi keramah-tamahan, menerima orang lain apa adanya dan berbagi sukacita tanpa keinginan mengubah mereka?

 

m.sriyanto, 6.7.18