ORANG BIJAK DAN ORANG BODOH

BACAAN

2Raj 24:8-17 – “Raja Yoyakhin beserta semua para penguasa diangkut sebagai orang buangan ke Babel”
Mat 7:21-29 – Orang bijak mendirikan rumahnya di atas wadas, orang bodoh mendirikan rumahnya di atas pasir

 

RENUNGAN

  1. ”Iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong” (Yak 2:20). Menjadi saksi iman untuk sekarang tidaklah mudah. Beriman tidak cukup ikut Misa setiap Minggu, memiliki Kitab Suci yang tersimpan di lemari, memasang salib di tembok rumah. Beriman tidak cukup dengan berseru ‘Tuhan, ‘Tuhan!’ tetapi melakukan kehendak Bapa. Berarti melakukan pertobatan, mengubah cara hidup sesuai dengan kehendak Allah, melakukan tindakan belas kasih dan pelayanan tanpa memihak.
  2. Beriman berarti menjadi orang bijak yang mendirikan rumahnya di atas wadas. Disebut bijak karena menjadikan Sabda Tuhan sebagai pondamen dasar untuk membangun kehidupan. Ia tetap akan kokoh walaupun menghadapi badai kehidupan. Sedangkan orang bodoh mendirikan rumahnya di atas pasir. Disebut bodoh, karena membiarkan diri dikuasai dosa, kemarahan, kesombongan, dan keserakahan dan tidak mau bertobat.
  3. Kita harus mengakui bahwa hidup kita sering seperti orang bodoh yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Dalam situasi tidak ada masalah, semuanya nampak OK. Tidak ada perhatian dan tidak ada ketakutan. Semuanya nampak bagus dari luar. Tapi sebenarnya, di bawah permukaan itu terjadi pembusukan, ada masalah-masalah kronis, kekosongan. Hal ini terjadi karena Kristus tidak menjadi pusat hidup kita.
  4. Bagaimana aku?

 

MS, 28.6.18