23. KORONKA KEPADA KERAHIMAN ILAHI

Doa Koronka didiktekan kepada Suster Faustina oleh Tuhan Yesus sendiri di Vilnius pada tanggal 13 September 1935. Doa Koronka sebagai doa tobat dan doa untuk meredakan murka Allah. Tuhan berkata kepada Suster Faustina: “Doa ini akan meredakan murka-Ku … “ (BHF 476).

Doa ini dianjurkan oleh Tuhan untuk didoakan tanpa henti: “Daraskanlah tanpa henti Koronka yang telah Kuajarkan kepadamu … “ (BHF 687).

Bagaimana Koronka ini didoakan? Inilah petunjuk dari Tuhan yang disampaikan kepada Suster Faustina: “Pertama-tama, ucapkanlah satu kali ‘Bapa Kami’, satu kali ‘Salam Maria’, dan ‘Aku Percaya.’ Kemudian, pada manik-manik Bapa Kami ucapkanlah kata-kata berikut: ‘Bapa yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allah-an Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pendamaian untuk dosa kami dan dosa seluruh dunia.’ Pada manik-manik Salam Maria ucapkanlah kata-kata berikut: ‘Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia’. Dan sebagai penutup, daraslah tiga kali kata-kata berikut: ‘Allah yang Kudus, Kudus dan Berkuasa, Kudus dan Kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia.’” (BHF 476).

Mereka yang mendaras doa ini mempersembahkan kepada Allah Bapa “Tubuh dan Darah, Jiwa dan ke-Allah-an Yesus Kristus sebagai pendamaian untuk dosa-dosa mereka sendiri, dosa-dosa orang-orang yang mereka kasihi, dan dosa-dosa seluruh dunia. Dengan menyatukan diri dalam kurban Yesus, mereka berseru kepada kasih agung yang dimiliki Bapa surgawi kepada Putra-Nya dan, lewat Dia, kepada seluruh umat manusia.

Melalui doa ini, para pemohon meminta kerahiman Allah “atas kami dan atas seluruh dunia”, dan dengan berbuat demikian, mereka melaksanakan suatu karya belaskasihan.

Keistimewaan doa Koronka ini terletak pada janji-janji yang disampaikan oleh Tuhan Yesus sendiri.

  • Doa Koronka akan meredakan murka Allah (BHF 476).
  • Orang-orang yang mendaraskan Koronka ini akan direngkuh oleh kerahiman-Ku sepanjang masa hidupnya, dan teristimewa pada saat kematian mereka” (BHF 754).
  • Faustina mendengar kata-kata dari Tuhan: “Pada jam kematiannya, setiap orang yang mendaras Koronka akan Aku bela seperti kemuliaan-Ku sendiri; atau kalau ada orang lain yang mendaras Koronka bagi orang yang sedang menghadapi ajal, dia ini akan mendapatkan indulgensi yang sama. Kalau Koronka ini didaras di dekat pembaringan orang yang sedang menghadapi ajal, murka Allah akan dipadamkan dan kerahiman yang tak terselami akan meliputi jiwanya. Dan, lubuk kerahiman-Ku yang mesra akan tergerak karena sengsara Putra-Ku yang memilukan” (BHF 811).
  • O, betapa banyaknya rahmat yang akan Aku berikan kepada jiwa-jiwa yang mendaras Koronka ini. Lubuk kerahiman-Ku yang mesra tergerak melihat mereka yang mendaras Koronka ini…. “ (BHF 848).
  • “… dengan mendaraskan Koronka engkau mengantar umat manusia semakin dekat kepada-Ku” (BHF 929).
  • Putri-Ku, semangatilah jiwa-jiwa untuk mendaras Koronka yang telah Kuberikan kepadamu. Dengan senang hati, Aku akan memberikan semua yang mereka minta kepada-Ku lewat pendarasan Koronka. Apabila orang-orang berdosa yang keras hati mendaras Koronka, Aku akan memenuhi jiwa mereka dengan damai, dan saat kematian mereka akan menjadi saat yang membahagiakan” (BHF 1541).
  • Putri-Ku, tolonglah Aku menyelamatkan seorang berdosa yang menghadapi ajal. Daraslah bagi dia Koronka yang telah Kuajarkan kepadamu” (BHF 1565. 1797).

(23 Juni 2018)