HIDUP TANPA MENGADILI ORANG LAIN

BACAAN

2Raj 17:5-8.13-15a.18 – “Tuhan menjauhkan Israel dari hadapan-Nya, dan tidak ada yang tinggal kecuali suku Yehuda saja”
Mat 7:1-5 – “Janganlah menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi”

 

RENUNGAN

  1. ”Janganlah menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.” Mengadili itu hak Allah, bukan hak manusia. Kita tidak punya hak dan menilai siapa pun. Setiap orang mempunyai kehidupan masing-masing, mempunyai keterbatasan masing-masing. Semuanya sedang berproses menuju kepada kesempurnaan.
  2. Kalau kita membuka media sosial, misalnya fb dan twitter, banyak ujaran kebencian yang seenaknya memojokkan, memfitnah, mengejek orang lain tanpa merasa diri salah. Hal yang sama ketika kita gossip, “ngrasani” orang lain, berprasangka buruk. Padahal orang yang kita bully itu belum tentu lebih jelek dari kita. Dengan kata-kata yang sangat tajam Yesus mengatakan: “Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, … “
  3. Yang diharapkan Tuhan adalah terbangunnya komunitas yang hidup dalam persaudaraan sejati, menerima orang lain apa adanya, tanpa berprasangka buruk, tanpa melihat latar belakang, tanpa mengadili, dan ada keterbukaan; Allah adalah Bapa, dan kita adalah saudara satu sama lain.
  4. Maka jika kita ingin menghindari penghakiman Allah, kita seharusnya tidak menempatkan diri sebagai hakim atas orang lain. Penghakiman terhadap orang lain hanyalah memandang secara dangkal dan hanya kulitnya saja, sedangkan Allah memandang secara utuh dan sampai pada kedalaman jiwa orang. Apakah kita masih ingin mengadili orang lain?

 

MS, 25.6.18