22. PESTA KERAHIMAN

Pesta Kerahiman merupakan peringkat tertinggi di antara semua unsur Devosi Kerahiman Ilahi yang diwahyukan kepada Suster Faustina. Penetapan pesta ini dituntut oleh Yesus untuk pertama kalinya di Plock pada tahun 1931 saat Ia menyampaikan kehendak-Nya mengenai pelukisan Gambar Yesus yang Maharahim. Tuhan Yesus berkata kepada Suster Faustina: “… Aku merindukan adanya Pesta Kerahiman. Aku menghendaki agar gambar yang akan engkau lukis dengan kuas itu diberkati secara meriah pada hari Minggu pertama sesudah Paskah; Hari Minggu itu harus menjadi Pesta Kerahiman” (BHF 49).

Mengapa dipilih Minggu pertama sesudah Paskah sebagai Pesta Kerahiman? Karena menunjukkan hubungan sangat erat antara misteri Paskah dengan misteri Kerahiman Ilahi. Dapat dikatakan, Pesta Kerahiman menjadi puncak peristiwa penyelamatan Tuhan.

Pesta ini tidak hanya merupakan hari khusus untuk menghormati Allah dalam misteri kerahiman-Nya, tetapi juga menjadi masa rahmat bagi semua orang, khususnya orang-orang berdosa dan jiwa-jiwa yang malang yang sangat membutuhkan keselamatan Tuhan. Tuhan berkata: “Putri-Ku, katakan kepada dunia tentang Kerahiman-Ku yang tak terselami. Aku ingin agar Pesta Kerahiman ini menjadi tempat pengungsian dan pernaungan bagi semua jiwa, khususnya bagi para pendosa yang malang. Pada hari itu, terbukalah lubuk kerahiman-Ku, dan Aku meluapkan seluruh samudra rahmat ke atas jiwa-jiwa yang menghampiri sumber kerahiman-Ku. … Janganlah ada jiwa yang takut menghampiri Aku meskipun dosa-dosanya laksana kain yang merah padam. … Aku ingin supaya pesta itu dirayakan secara meriah pada hari Minggu pertama sesudah Paskah. Umat manusia tak mungkin merasa tenteram sebelum berpaling kepada sumber Kerahiman-Ku.” (BHF699). “Jiwa-jiwa pada binasa meskipun sengsara-Ku amat pahit. Maka, kepada mereka, Aku memberikan harapan terakhir untuk selamat, yakni Pesta Kerahiman-Ku. Kalau mereka tidak mau memuliakan kerahiman-Ku, mereka akan binasa untuk selama-lamanya. … katakanlah kepada jiwa-jiwa tentang kerahiman-Ku yang besar ini sebab hari yang mengerikan, yakni hari penghakiman-Ku, sudah dekat” (BHF 965.998).

Keagungan pesta ini diukur atas dasar janji-janji luar biasa yang dilekatkan pada pesta ini. Yesus berkata: “… Barangsiapa, pada hari ini, menghampiri Sumber Kehidupan ini, ia akan menerima pengampunan penuh atas dosa-dosanya dan dibebaskan dari hukuman. Umat manusia tidak akan menikmati damai sebelum berpaling dengan penuh kepercayaan kepada kerahiman-Ku” (BHF 300).

Untuk memetik manfaat dari karunia-karunia agung itu perlu dipenuhi syarat-syarat devosi kepada Kerahiman Ilahi, yaitu mengandalkan kebaikan Allah dan aktif mengasihi sesama, berada dalam keadaan rahmat pengudus, artinya telah pergi ke pengakuan dosa, dan pantas menerima komuni kudus. Tuhan Yesus menjelaskan: “… Tidak satu jiwa pun akan dibenarkan sebelum ia berpaling kepada kerahiman-Ku dengan penuh kepercayaan. Inilah sebabnya Hari Minggu pertama sesudah Paskah harus dirayakan sebagai Pesta Kerahiman. Pada hari itu, para imam harus memberitahukan kepada setiap orang kerahiman-Ku yang agung dan tak terselami. … Melalui Gambar itu, Aku akan memberikan banyak rahmat kepada jiwa-jiwa; oleh karena itu biarlah setiap jiwa mendapat kesempatan untuk menghampirinya” (BHF 570).

Untuk mendalami lebih lanjut, bacalah BHF nomor 49, 88, 280, 299, 420, 505, 1041, 1042, 1082, 1109, 1517.

Bersambung: KORONKA KEPADA KERAHIMAN ILAHI (mohon sabar menanti)

MS, 22.6.18, fb: maxi suyamto