21. PERUTUSAN FAUSTINA (Bagian kedua).

Dalam tulisan nomor 20 telah dikemukakan bahwa Suster Faustina dipilih oleh Yesus sebagai juru tulis dan rasul kerahiman-Nya. Melalui Sr Faustina, Tuhan Yesus menyampaikan amanat-Nya yang agung kepada seluruh dunia: “Dalam Perjanjian Lama, Aku mengutus para nabi yang membawa ancaman-ancaman kepada umat-Ku. Sekarang, Aku mengutus engkau membawa kerahiman-Ku kepada umat manusia di seluruh dunia. Aku tidak ingin menghukum umat manusia yang sedang sakit. Sebaliknya, Aku ingin menyembuhkan mereka, sambil mendekapkan mereka ke Hati-Ku yang maharahim. Aku menggunakan hukuman kalau mereka sendiri memaksa Aku berbuat demikian; tangan-Ku enggan untuk memegang pedang keadilan. Sebelum Hari Penghakiman tiba, Aku akan menggelar Hari Kerahiman” (BHF 1588).
Dari kata-kata Yesus tersebut, perutusan Sr. Faustina meliputi tiga hal:

1). Mendekatkan dan memberitakan kepada dunia kebenaran yang sudah diwahyukan dalam Kitab Suci tentang kasih maharahim Allah kepada setiap manusia.
2). Memohon kerahiman ilahi bagi seluruh dunia, antara lain melalui praktik-praktik yang disampaikan oleh Tuhan Yesus dalam bentuk-bentuk baru devosi kepada Kerahiman Ilahi, yaitu:
a) Melalui gambar Kerahiman Ilahi dengan tulisan: Yesus, Engkau Andalanku.
b) Pesta Kerahiman Ilahi pada Hari Minggu pertama sesudah Paskah,
c) Koronka kepada Kerahiman Ilahi,
d) Doa pada Jam Kerahiman Ilahi,
e) Menyebarluaskan Devosi kepada Kerahiman Ilahi.

GAMBAR YESUS KERAHIMAN
Bentuk gambar ini diwahyukan dalam penglihatan yang dialami Sr. Faustina pada tanggal 22 Pebruari 1931, di dalam kamar biaranya di Plock. “Sore itu, ketika aku berada di dalam kamarku, aku melihat Tuhan Yesus berpakaian jubah putih. Tangan kanan-Nya terangkat seperti sikap memberi berkat, sedangkan tangan kiri-Nya menyentuh jubah-Nya pada bagian dada. Dari balik jubah itu, terpancarlah dua sinar besar: yang satu berwarna merah dan yang lain berwarna pucat … Tidak lama kemudian Tuhan berkata kepadaku, “Lukislah sebuah gambar tepat seperti yang engkau lihat ini, dengan tulisan di bawahnya: Yesus, Engkau Andalanku’! (BHF 47). Aku menghendaki agar gambar itu diberkati secara meriah pada hari Minggu pertama sesudah Paskah; Hari Minggu itu harus menjadi Pesta Kerahiman” (BHF 49).

Dari Gambar Yesus Kerahiman terdapat dua unsur pokok yaitu dua berkas sinar. Adapun arti kedua sinar tersebut adalah: “Sinar pucat melambangkan air yang menguduskan jiwa-jiwa. Sinar merah melambangkan darah yang memberikan kehidupan kepada jiwa-jiwa … Berbahagialah orang yang bernaung dalam kedua sinar ini” (BHF 299).

Gambar ini tidak hanya mengungkapkan Kerahiman Ilahi, tetapi juga menjadi tanda untuk mengingatkan kewajiban setiap orang beriman, yakni berserah kepada Allah dan aktif mengasihi sesama. Berkat kehendak Kristus, gambar ini disertai tulisan “Yesus, Engkau Andalanku.” Yesus juga menjelaskan, “Gambar itu dimaksudkan untuk mengingatkan orang akan tuntutan-tuntutan kerahiman-Ku sebab bahkan iman yang paling kuat pun akan sia-sia kalau tidak disertai dengan perbuatan” (BHF 742).

JANJI-JANJI. Kepada siapa saja yang menghormati Gambar Yesus Kerahiman tersebut dengan sikap mengandalkan dan mengamalkan belas kasih, Tuhan memberikan janji-janji khusus, yakni keselamatan kekal, kemajuan pesat di jalan kesempurnaan kristiani, rahmat kematian yang bahagia dan segala rahmat lain yang akan diminta kepada-Nya dengan penuh pengharapan. “Melalui Gambar itu, Aku akan memberikan banyak rahmat kepada jiwa-jiwa; oleh karena itu, biarlah setiap jiwa mendapatkan kesempatan untuk menghampirinya” (BHF 570).

Bacalah nomor-nomor BHF berikut: 48. 1379. 1789

Bersambung: PESTA KERAHIMAN ILAHI