10. PENDERITAAN FAUSTINA YANG DISEBABKAN OLEH TEMAN-TEMAN KOMUNITASNYA (2)

Tak henti-hentinya para suster teman membully Faustina sampai pada titik yang tidak bisa dipahami. Faustina mengatakan kepada Yesus: “Betapa banyaknya celaan yang harus aku terima, betapa banyaknya senyum ironis yang harus aku terima dengan hati tenang.” (BHF 662).

  • “Penderitaan, penghinaan, cemooh, penganiayaan, dan pelecehan akan terus-menerus menjadi bagianku. Aku tidak mengenal jalan lain” (BHF 746).
  • “Di ruang makan, aku masih sering harus menjadi sasaran kecurigaan bahwa aku pilih-pilih makanan” (BHF 1431).
  • “Seorang suster terus-menerusmenganiaya aku dengan alasan bahwa Allah menyatukan diri denganku sedemikian mesra, dan ia pikir bahwa ini semua adalah rekayasa dari pihakku. … Ia mengatakan hal tersebut kepada semua suster dan selalu dengan nada mencemooh, untuk menunjukkan bahwa aku adalah seorang yang aneh” (BHF 1527).
  • “Aku tidak tahu bagaimana ini terjadi: kamar tempat aku terbaring sangat diabaikan. Kadang-kadang, kamar itu tidak dibersihkan selama lebih dari dua pekan. Seringkali, tidak seorang pun mau menyalakan api di tungku pemanag, dan karena itu batukku semakin memburuk. … “ (BHF 1649).
  • “Aku tidak tahu bagaimana melukiskan semua yang aku derita; karena itu, yang telah kutulis hanyalah satu titik kecil. Ada saat-saat penderitaan yang sungguh tidak dapat kutulis. … Tetapi, dalam hidupku, ada juga saat-saat ketika bibirku harus tinggal diam, tidak mengucapkan satu keta pun untuk membela diri, dan menundukkan diriku sepenuhnya kepada kehendak Allah. … “ (BHF 1656).

Di samping penderitaan karena perlakuan yang buruk dan tidak adil dari teman-teman suster, Faustina juga mengalami penderitaan yang dahsyat karena penyakit phisik yang dideritanya.

Maka sambungan no 11 nanti adalah PENDERITAAN FAUSTINA KARENA PENYAKIT YANG DIDERITANYA