6. PENGAKUAN DOSA

Pertobatan mutlak diperlukan sebagai syarat untuk menerima Kerahiman Tuhan. Bagaimana mungkin mengakui Allah yang maharahim jika hati kita masih dipenuhi oleh kesombongan dan tidak mau merendahkan diri mengakui dosa-dosa kita di hadapan Tuhan?

Suster Faustina menyampaikan tiga kata untuk mengaku dosa agar memperoleh rahmat seperti dikehendaki Tuhan. Pertama, tulus dan terbuka. Bagaimana kalau tidak tulus dan tidak terbuka? Jiwa tidak akan memetik manfaat dari rahmat istimewa itu. Kedua, rendah hati. Jiwa yang tidak rendah hati tidak akan memperoleh rahmat apa pun dari Sakramen Tobat. Tidak rendah hati sama dengan mengenakan topeng dan menghindari segala sesuatu yang dapat menyembuhkan dia. Ketiga, taat, artinya mendengarkan dan mengikuti apa yang dikatakan imam. Jiwa yang tidak taat menjerumuskan diri kapada kemalangan yang besar; ia tidak akan memperoleh kemajuan menuju kesempurnaan, juga tidak akan berhasil dalam kehidupan rohani (BHF 113).

Dalam pengakuan dosa, Sr. Faustina mengutamakan dosa yang paling merendahkan dirinya. Bagi kita hal ini berarti dosa yang paling membebani dan membelenggu hidup kita. Selain itu Faustina juga melakukan penyesalan mendalam, tidak hanya sebelum pengakuan dosa tetapi juga sesudahnya (BHF 377.225).

Tuhan Yesus berkata kepada Faustina: “ … Putri-Ku, setiap kali engkau pergi ke pangakuan dosa, dengan pengharapan yang besar, benamkanlah dirimu sepenuhnya dalam kerahiman-Ku, sehingga Aku dapat mecurahkan kelimpahan rahmat-Ku atas jiwamu. Apabila engkau menghampiri kamar pengakuan, ketahuilah bahwa Aku sendiri sedang menantikan engkau di sana. Aku hanya bersembunyi di balik sosok imam, tetapi Aku sendirilah yang bekerja di dalam jiwamu. … Jiwa yang sombong akan selalu tinggal dalam kemiskinan dan kepapaan sebab rahmat-Ku menghindar dari mereka dan mengalir kepada jiwa-jiwa ayang rendah hati” (BHF 1602. 1725).

Tuhan Yesus menyampaikan mukjizat Kerahiman kepada jiwa yang mengaku dosa: “ … Di sana mukjizat terbesar terjadi, (dan) tak henti-hentinya diulangi. Untuk mengalami sendiri mukjizat ini, tidak perlu orang pergi menempuh perjalanan ziarah yang jauh atau melaksanakan sejumlah upacara lahiriah; cukuplah datang ke kaki wakil-Ku dengan penuh iman dan mengungkapkan kepapaannya maka mukjizat Kerahiman Ilahi pun akan tampak sepenuhnya. Meski pun suatu jiwa tampaknya dari sudut pandang manusia tidak ada harapan untuk pemulihan dan segala sesuatu tampaknya sudah musnah, tidaklah demikian dengan Allah. … Oh, betapa memprihatinkan mereka yang tidak memanfaatkan mukjizat kerahiman Allah ini! Kalian akan berteriak dengan sia-sia, tetapi semua itu sudah terlambat” (BHF 1448).

Manfaatkan Sakramen Tobat ini dan jangan terlambat!

Selanjutnya no 7: PEMERIKSAAN BATIN.

 

MSriyanto, 1.5.18, fb: Maxi Suyamto