1. Tujuan Hidup St. Faustina

“Tujuanku adalah bersatu erat dengan Allah lewat kasih, dan misiku adalah memuji serta memuliakan kerahiman Ilahi” (BHF 729). Faustina mengatakan demikian karena ia dicekam oleh kasih Allah yang dahsyat. “Aku tahu bahwa Allah adalah tujuan akhir hidupku dan dengan demikian, dalam hal apa pun yang aku kerjakan, aku selalu memperhitungkan Allah” (BHF 1329). “Tujuanku adalah Allah dan kebahagiaanku adalah memenuhi kehendak-Nya” (BHF 775).

Kata Yesus kepada Faustina: “Sebagaimana Aku menjadi awal bagimu di sini, demikian juga Aku akan menjadi tujuan akhirmu” (BHF 295).

Refleksi

a.  Jangan sampai hidup kita tanpa tujuan. Seperti Faustina: tujuan hidup kita pun harus jelas, yaitu hidup yang mengarah hanya kepada Allah, melaksanakan kehendak Allah, memuji nama-Nya sehingga kita memperoleh selamat.

b. Tujuan yang sudah jelas harus selalu dievaluasi bagaimana seluruh usaha dan sarana yang kita pakai apakah sudah mengarah kepada tujuan. Semua cara, sarana, rancangan, kata-kata, pikiran, dan tindakan yang tidak mendukung tujuan harus diganti dengan yang sesuai menurut kehendak Allah, dan selalu kita tegaskan kembali (bersambung).

MSri, 23.4.18