BERBAGI ROTI

BACAAN

Kis 5:34-42 – “Para rasul bergembira karena mereka dianggap layak menderita penghinaan oleh karena nama Yesus”
Yoh 6:1-15 – “Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ; demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki”

 

RENUNGAN

  1. Apa yang dibuat Yesus dalam bacaan Injil hari ini sama dengan apa yang dibuat oleh Musa di padang gurun ketika orang-orang Israel kelaparan. Karena itu Yesus disebut Musa Baru.
  2. Melihat orang banyak kelaparan, Yesus menantang para murid-Nya untuk bertindak. Philipus tidak memahami tindakan Musa di padang gurun, maka ia hanya melihat uang 200 dinar yang tidak mungkin cukup untuk membeli roti bagi mereka. Philipus sadar akan masalah yang ada di depannya namun tidak mampu untuk memecahkan masalah tersebut. Ia hanya mengeluh, tetapi tidak menyelesaikan.
  3. Lima roti dan dua ikan pasti tidak mencukupi untuk mereka, namun Andreas berani memberikan lima roti dan dua ikan tersebut kepada Yesus. “Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.” Kata-kata Yesus ini telah menginspirasi jemaat Kristen awal untuk berbagi, sehingga tidak ada kekurangan di antara mereka (Kis 2:41-47). Bila setiap orang beriman memiliki cara hidup berbagi seperti dikehendaki Tuhan, maka akan ada makanan berkelimpahan dan tidak perlu ada orang yang kelaparan.
  4. Setelah mereka kenyang, mereka berkata: “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia.” Benar bahwa Yesus adalah Musa Baru dan Mesias, namun mereka berpendapat bahwa Mesias harus menjadi raja pembebas dari penindasan bangsa Romawi. Pendapat ini menunjukkan bahwa mereka mengenal Yesus hanya sebatas permukaan saja. Maka Yesus menyingkir ke gunung seorang diri. Ia menolak Mesias seperti pandangan mereka.
  5. Apa yang menjadi halangan untuk berbagi?

 

Jumat, 13.4.18 – MS