MENERIMA YESUS DAN PERCAYA KEPADA-NYA SAMA DENGAN MENERIMA HIDUP KEKAL

BACAAN

Kis 5:27-33 – “Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia”
Yoh 3:31-36 – “Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya”

 

RENUNGAN

  1. Dalam perikop Injil sebelumnya (Yoh 3:22-30), Yohanes Pembaptis meringkaskan kesaksiannya tentang Yesus: “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (ay 30). Kalimat tersebut merupakan program bagi siapa saja yang ingin mengikuti Yesus.
  2. Ay 31-33 – Konflik banyak kali muncul antara Yesus dan orang-orang Yahudi yang menggugat kata-kata-Nya. Yesus berbicara berdasarkan apa yang Ia dengar dari Bapa-Nya, sedangkan musuh-musuh-Nya tidak mau membuka diri terhadap Allah, selalu mempertahankan gagasan-gagasan mereka sendiri. Akibatnya: mereka tidak mengerti dan tidak memahami segala sesuatu tentang hidup, kata-kata, dan yang dibuat oleh Yesus.
  3. Ay 34 – Yesus memberi Roh Kudus kepada kita. Roh Kudus memampukan kita memahami sepenuhnya arti Sabda-sabda Yesus (Yoh 14:26; 16:12-13). Karena Roh Kudus, kita bisa menyembah Allah di mana saja (Yoh 4:23-24). Dalam Roh kita memperoleh kemerdekaan: “Di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan” (2Kor 3:17).
  4. Ay 35-36. Penginjil Yohanes menegaskan kembali jati diri Bapa dan Yesus. “Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya” (ay 35). Rasul Paulus menegaskan: “Seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia” (Kol 1:19; 2:9). Inilah mengapa seseorang yang menerima dan percaya kepada Yesus memiliki kehidupan kekal. Sedangkan orang yang tidak mau menerima dan tidak mau percaya kepada Yesus, ia menempatkan diri di luar kehidupan dan di luar keselamatan.

 

Kamis, 12.4.18 – MS

Leave a Reply