MINGGU PASKAH II: MINGGU PESTA KERAHIMAN ILAHI

BACAAN
Kis 4:32-35 – “Mereka sehati dan sejiwa”
1Yoh 5:1-6 – “Semua yang lahir dari Allah mengalahkan dunia”
Yoh 20:19-31 – “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu”

 

RENUNGAN

    1. Hari ini kita memasuki hari Minggu Paskah Kedua, yang disebut juga Minggu Pesta Kerahiman Ilahi. Penetapan Pesta ini dituntut oleh Tuhan Yesus untuk pertama kalinya di Plock (Polandia) pada tahun 1931, saat Ia menyampaikan kehendak-Nya mengenai pelukisan Gambar Yesus Kerahiman. Kepada Suster Faustina, Ia berkata: “Aku merindukan adanya Pesta Kerahiman. Aku menghendaki agar gambar yang akan engkau lukis dengan kuas itu diberkati secara meriah pada hari Minggu Pertama sesudah Paskah; hari Minggu itu harus menjadi Pesta Kerahiman” (Buku Harian Faustina no. 49).
    2. Paus Santo Yohanes Paulus II secara resmi mengumumkan bahwa Minggu Paskah II dirayakan sebagai Minggu Kerahiman Ilahi oleh segenap Gereja Katolik di seluruh dunia pada 30 April 2000, tepat pada hari kanonisasi Santa Faustina Kowalska.
    3. Pesta ini tidak hanya merupakan hari khusus untuk menyembah Allah dalam misteri kerahiman-Nya, tetapi juga menjadi masa rahmat bagi semua orang. Kepada Suster Faustina, Tuhan Yesus berkata: “Aku ingin agar Pesta Kerahiman ini menjadi tempat pengungsian dan pernaungan bagi semua jiwa, khususnya bagi para pendosa yang malang” (BHF 699). “Kepada mereka Aku memberikan harapan terakhir untuk selamat, yakni Pesta Kerahiman-Ku. Kalau mereka tidak mau memuliakan kerahiman-Ku, mereka akan binasa untuk selama-lamanya” (BHF 965.998).
    4. Dalam Pesta Kerahiman ini Tuhan memberikan rahmat yang sangat istimewa. “Barangsiapa, pada hari ini, menghampiri Sumber Kehidupan ini, ia akan menerima pengampunan penuh atas dosa-dosanya dan dibebaskan dari hukuman” (BHF 300). “Pada hari itu terbukalah lubuk kerahiman-Ku, dan Aku meluapkan seluruh samudra rahmat ke atas jiwa yang menghampiri Aku meskipun dosa-dosanya laksana kain yang merah padam” (BHF 699).
    5. Agar memetik manfaat yang besar dari Pesta Kerahiman ini diperlukan sarat-sarat: selalu mengandalkan Allah, memberi derma dan melakukan amal kasih, telah mengaku dosa, melakukan doa novena Kerahiman Ilahi, dan pantas menerima Komuni Kudus.
    6. Tuhan Yesus berkata kepada Suster Faustina: “Tidak satu jiwa pun akan dibenarkan sebelum ia berpaling kepada kerahiman-Ku dengan penuh kepercayaan. Inilah sebabnya Hari Minggu pertama sesudah Paskah harus dirayakan sebagai Pesta Kerahiman. Pada hari itu, para imam harus memberitahukan kepada setiap orang kerahiman-Ku yang agung dan tak terselami” (BHF 570).

 

SELAMAT MERAYAKAN PESTA KERAHIMAN ILAHI. YESUS I TRUST IN YOU.

PESTA KERAHIMAN ILAHI dapat dibaca di Devosi Kerahiman Ilahi

Minggu, 8.4.18 – MS