DALAM YANG LAMA TERKANDUNG YANG BARU

BACAAN

Ul 4:1.5-9 – “Lakukanlah ketetapan-ketetapan itu dengan setia”
Mat 5:17-19 – “Siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi”

 

RENUNGAN

  1. Injil Matius ditujukan untuk orang-orang Yahudi yang bertobat menjadi Kristen. Sebagai orang Kristen Yahudi, dengan iman yang penuh, mereka melihat bahwa kehadiran Yersus untuk memenuhi hukum Taurat.
  2. Injil Matius menandaskan bahwa Yesus datang untuk menggenapi hukum Taurat: “Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” Di sini Yesus menandaskan, bahwa Ia tidak menolak hukum Taurat. Ia menerimanya.
  3. Kita, sebagai orang beriman, tidak boleh melawan dan menutup diri terhadap Hukum Taurat dan seluruh Kitab Perjanjian Lama, karena dalam Hukum Lama terkandunglah Hukum Baru. Dalam Perjanjian Lama terkandunglah Perjanjian Baru. Yesus menggenapi Hukum Lama dengan kata, tindakan, dan karya-Nya. Jadi Hukum Lama terwujud dalam diri-Nya.
  4. Karena itu “siapa yang meniadakan salah satu perintah Hukum Taurat … ia akan menduduki tempat yang paling rendah dalam Kerajaan Surga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.” Yang hendak ditekankan dari kalimat tersebut adalah: Pertama, antara Perjanjian Lama dan Yesus dari Nasaret tidak dapat dipisahkan. Kedua, Kerajaan Allah akan ditempati oleh siapa saja yang mengajarkan tentang keadilan dan belaskasih, serta mereka yang mengasihi Allah dan sesama. Ketiga, mereka yang acuh tak acuh terhadap Hukum Allah tidak akan bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah.
  5. Apakah hidup Anda telah mewujudkan Kerajaan Allah?

 

Rabu, 7.3.2018 – MS