PERUTUSAN DAN HIDUP YESUS: PELAYANAN DAN PENYERAHAN DIRI

BAACAAN

Yer 18:18-20 – “Persekongkolan melawan nabi Yeremia”
Mat 20:17-28 – “Yesus akan dijatuhi hukuman mati”

 

RENUNGAN

  1. Ketika Yesus dan para murid-Nya menuju Yerusalem, Ia sadar bahwa Ia akan dibunuh. Namun Ia juga sadar bahwa kematian-Nya merupakan konsekuensi dari tugas perutusan yang diterima-Nya dari Bapa. Ketika mendengar bakal penderitaan Sang Guru, para murid tidak mengerti bahwa Mesias harus menderita (Luk 18:34). Bagi mereka, Mesias tidak pernah akan menderita (Mat 16:21-23).
  2. Ketika Yesus mengatakan tentang Penderitaan dan Salib, justru para murid sibuk dengan ambisi mereka masing-masing, berebut menjadi yang utama. Mereka menginginkan ganjaran karena sudah mengikuti Yesus. Yang terjadi adalah ketegangan, kemarahan di antara mereka. Situasi para murid mencerminkan apa yang terjadi dalam jemaatnya Matius. Di lingkungan Gereja pun sering terjadi hal yang sama.
  3. Ketika Yesus bertanya: “Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum?”, mereka menjawab: “Kami dapat.” Jawaban yang tidak timbul dari kesadaran, karena beberapa hari kemudian mereka meninggalkan Yesus seorang diri pada saat penderitaan-Nya (Mrk 14:50). Yesus harus mempersembahkan kepada Bapa-Nya sebuah piala dan baptisan, penderitaan dan salib. Sendirian.
  4. Ketika para murid berebut menjadi yang utama, Yesus berkata: “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu.” Pelayanan merupakan obat melawan ambisi-ambisi pribadi.
  5. Mengakhiri perkataan-Nya, Yesus mendefinisikan tugas perutusan dan hidup-Nya: “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Ia belajar dari ibu-Nya: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk 1:38).
  6. Jika pelayanan kita mengalir dari cinta dan keinginan untuk membantu orang lain dengan tulus iklas, maka Tuhan hadir di sana.

 

Rabu, 28.2.18 – M.Sriyanto