MENGASIHI MUSUH, MUNGKINKAH?

BACAAN

Ul 26:16-19 – “Engkau akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu”
Mat 5:43-48 – “Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna”

 

RENUNGAN

  1. Hukum lama mengatakan: “Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.” Siapa pun setuju dengan hukum tersebut. Mereka pikir: musuh tidak perlu dikasihi. Yesus mengkritik dengan keras hukum tersebut. Dan Dia mengganti dengan hukum baru: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu!” Mungkinkah terwujud?
  2. Apakah gunanya kita mengasihi mereka yang mengasihi kita? Siapa pun bisa melaksanakannya, bahkan mereka yang anti Allah sekali pun. Tindakan tersebut tidak ada nilai lebihnya.
  3. Mengapa kita harus mengasihi musuh? Karena kita adalah anak-anak Allah. Allah sebagai Bapa mengasihi siapa saja, apa pun agamanya, bahkan terhadap mereka yang tidak mengakui Allah sekali pun. Untuk itu kesempurnaan kita harus menyamai kesempurnaan Allah: “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Mungkinkah kita sempurna seperti Allah?
  4. Manusia hanya bisa menjadi sempurna bila Allah ada di dalam hidupnya. Jadi Allah sendiri yang menjadikan kita sempurna. Allah menyatu dalam hidup kita jika kita taat pada kehendak-Nya. Artinya kita selalu menjadikan Allah yang pertama dan yang utama dalam setiap pemikiran dan dalam setiap perbuatan kita. Sempurna seperti Allah berarti mampu mengampuni diri sendiri, mengampuni sesama dan mengampuni situasi yang menyakitkan. Juga berarti mampu menerima dan menghargai diri sendiri dan juga sesama kita. Mungkinkah kesempurnaan bisa terwujud?
  5. Maka ketika kita sudah bisa mentahtakan Allah sebagai Raja yang memimpin keseluruhan hidup kita, saat itulah kita menjadi sempurna,karena Allah yang memimpinhidup kita adalah Sempurna.

 

Sabtu, 24.2.18 – MS