KALAU ENGKAU MAU …..

BACAAN

Im 13:1-2.44-46 – “Orang yang sakit kusta harus tinggal terasing di luar perkemahan”
1Kor 10:31-11:1 – “Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengkikut Kristus”
Mrk 1:40-45 – “Lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir”

RENUNGAN

  1. Seorang kusta mendekati Yesus. Ia berlutut di hadapan-Nya. Berlutut  merupakan ungkapan kerendahan hati dan ketertundukan kepada Allah. Ketika kita mengikuti Ekaristi, kita juga berlutut saat doa tobat dan Doa Syukur Agung. Belutut merupakan bagian penting dalam liturgi.
  2. Orang kusta itu berseru kepada Yesus: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Dengan seruan “kalau Engkau mau”, orang kusta tidak meminta, apalagi memaksa Yesus untuk kesembuhannya, tetapi menyerahkan seutuhnya kepada Yesus. Orang kusta tahu akan kuasa Yesus. Hal ini menunjukkan keimanannya yang luar biasa. Karena itu Yesus menyentuh orang kusta itu.
  3. Ketika kita mengikuti Ekaristi, kita juga menyapa dan menyentuh Tuhan. Tuhan menghendaki hal tersebut, karena Ia ingin menyembuhkan kita. Orang kusta mampu melihat dan menyadari kustanya, sedangkan kita sering tidak melihat “kusta” kita. Jika kita melihat, kita sering malu dan berusaha menutupinya. Maka kita harus berani berlutut di hadapan Tuhan dan berseru: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Dan Yesus akan menyentuh kita.
  4. Setelah kita disembuhkan oleh Tuhan, kita pun diutus untuk menyembuhkan orang lain yang menderita “kusta.” Mereka itu bisa jadi adalah anggota keluarga kita. Sebenarnya mereka berseru kepada kita: “Kalau engkau mau, engkau dapat mentahirkan aku.” Bersediakah Anda?

 

Minggu Biasa VI, 11 Pebruari 2018 – M.Sriyanto,