MAKANAN APA PUN TIDAK MENJADIKAN KITA NAJIS

BACAAN

1Raj 10:1-10 – “Ratu Syeba melihat segala hikmat Salomo”
Mrk 7:14-23 – “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya”

 

RENUNGAN

  1. Di hadapan orang-orang, Yesus mengucapkan hal yang sangat prinsip: “Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang itulah yang menajiskannya.” Apa yang membuat seseorang itu najis dan kotor di hadapan Allah bukan karena makanan melainkan karena pikiran, hati, dan mulut mereka.
  2. Para murid sangat terkejut dengan pengajaran Yesus tersebut. Terkejut karena mereka adalah orang-orang Yahudi. Sekali lagi: tak ada satu makanan pun yang masuk ke seseorang menjadikan dia najis, karena makanan tidak masuk ke dalam hati tetapi masuk ke dalam perut lalu dibuang ke dalam jamban. Kenajisan yang sesungguhnya berasal dari hati, pikiran, dan mulut seseorang yang diwujudkan dalam tindakan. Beberapa contoh kenajisan, misalnya pencurian, kebencian, keserakahan, pembunuhan, penipuan, iri hati, kesombongan, penghujatan. Hal-hal tersebut yang harus kita perangi. Kita tidak perlu memerangi makanan kecuali demi kesehatan.
  3. Kita tidak mempersoalkan (lagi) tentang makanan najis dan tidak najis dari segi agama maupun iman kita, namun kita banyak kali mengabaikan kasih sejati terhadap orang lain. Barangkali kita terlalu mementingkan diri sendiri dan keluarga, tetapi membiarkan orang lain merana tanpa bantuan kita.

 

Rabu, 7 Pebruari 2018 – M. Sriyanto