IMAN MEMBAWA KESEMBUHAN

BACAAN

2Sam 18:9-10.14.24-25.30-19:3 – “Daud meratapi kematian Absalom”
Mrk 5:21-43 – “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”

 

RENUNGAN

  1. Injil hari ini menyampaikan dua mukjijat. Pertama, penyembuhan terhadap seorang wanita yang telah sakit pendarahan selama 12 tahun. Kedua, penyembuhan terhadap anak kepala sinagoga.
  2. Banyak orang berbondong-bondong mengikuti Yesus. Seorang kepala sinagoga bernama Yairus tersungkur di depan kaki Yesus dan mohon agar Yesus menyembuhkan anaknya yang sakit dan hampir mati.
  3. Dalam perjalanan menuju rumah kepala sinagoga, ada seorang perempuan yang sudah 12 tahun menderita pendarahan. Ia sudah pergi ke tabib mana pun, namun tidak sembuh juga. Karena mendengar tentang Yesus, ia memiliki harapan: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Di tengah kerumunan orang, ia menyentuh Yesus, dan mendapati dirinya sembuh. Yesus menyadari bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya yang memberi kesembuhan kepada perempuan itu.
  4. Perempuan itu ketakutan, karena tindakannya tersebut membahayakan dirinya sendiri. Ia bisa dirajam sampai mati. Maka ia tersungkur di depan Yesus untuk mengatakan apa yang telah terjadi atas dirinya. Yesus berkata kepadanya: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu.”
  5. Dari rumah Yairus ada berita bahwa anak Yairus sudah mati, maka tidak ada gunanya menyusahkan Guru. Yesus berkata kepada Yairus: “Jangan takut, percaya saja!” Di dalam rumah Yairus, Yesus berkata: “Anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Orang-orang menertawakan Yesus. Bagi mereka tak seorang pun mampu mengatasi kematian. Yesus mematahkan pandangan tersebut, dengan mengatakan kepada anak itu: “Talita kum – Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”
  6. Pesan dari kedua mukjijat tersebut: a) Yesus menerima orang-orang sakit, bahkan orang yang sudah dianggap mati, ke dalam keluarga baru yang berkumpul bersama-sama dengan Dia. b) Apa yang mereka pikirkan dan mereka mohon telah menjadi kenyataan. c) Iman akan merealisir apa yang orang percaya. Tanpa iman, tidak mungkin terjadi mukjijat Yesus.

 

Selasa, 30 Januari 2018 – MS