TUKANG FITNAH

BACAAN

2Sam 5:1-7.10 – “Engkaulah yang akan menggembalakan umat-Ku Israel”
Mrk 3:22-30 – “Kesudahan setan telah tiba”

 

RENUNGAN

  1. Berita tentang Kabar Gembira (Injil) semakin meluas dan orang-orang berpihak pada Yesus. Tetapi pada saat yang sama timbul penolakan terhadap Yesus, terutama datang dari kaum keluarga-Nya. Mereka menganggap “Ia tidak waras lagi” (Mrk 3:21). Para ahli Kitab yang datang dari Yerusalem memfitnah Yesus: “Ia kerasukan Beelzebul” dan “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan” (Mrk 3:22). Menurut mereka, ajaran Yesus melawan ajaran mereka.
  2. Yesus menanggapi fitnah mereka. Tanggapan pertama, Yesus menggambarkan keluarga dan kerajaan yang terpecah-pecah. Maksud penggambaran ini: bahwa para ahli Kitab memiliki pola pikir yang tidak masuk akal. Bagi mereka, ajaran dan tindakan Yesus mengancam pengaruh, sumber kehidupan dan kepemimpinan mereka. Kedua, Yesus menyampaikan perbandingan orang kuat. Seorang perampok untuk mengalahkan seorang penjaga yang kuat, ia harus terlebih dahulu mengikat orang kuat itu. Padahal Yesus jauh lebih kuat dari mereka, bahkan setan pun tunduk tak berkutik di hadapan Yesus. Setan diusir oleh Yesus. Dengan terusirnya setan, membuktikan bahwa Kerajaan Allah telah hadir (Luk 11:20). Ketiga, para ahli Kitab telah berdosa melawan Roh Kudus. Mereka berdosa karena mereka menutup diri terhadap Allah. Mereka, dengan sengaja, menutup mata dan menolak keselamatan Allah yang disampaikan oleh Yesus.
  3. Dengan mengusir setan, Yesus menunjukkan bahwa Allah yang berkuasa hadir dan bekerja dalam diri-Nya untuk membebaskan dan menyelematkan manusia. Sementara itu, ahli-ahli Taurat hanya bisa berkomentar tanpa berbuat apa-apa. Kalau begitu, siapa yang dipengaruhi setan: Yesus atau ahli Kitab? Jangan-jangan kita, sekarang ini, juga dipengaruhi Beelzebul?

 

MS – Senin, 22 Januari 2018