SEKALI LAGI: KESAKSIAN YOHANES PEMBAPTIS TENTANG YESUS

BACAAN

1Yoh 2:29-3:6 – “Setiap orang yang tetap berada dalam Yesus tidak berbuat dosa lagi”
Yoh 1:29-34 – “Lihatlah Anak Domba Allah”

 

RENUNGAN

    1. Teks Injil hari ini masih tentang kesaksian Yohanes Pembaptis terhadap Yesus. Antara sejarah dan simbol menjadi satu, antara apa yang dinubuatkan para nabi dan simbol, semuanya ada dalam diri Yesus. Ada lima simbol yang bermakna amat dalam: a) Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia; b) “Ia ada sebelum aku.”; c) Roh Kudus turun dalam wujud burung merpati; d) Yesus membaptis dengan Roh Kudus; e) Yesus sebagai Anak Allah. Itulah kesaksian Yohanes tentang Yesus.

a) Yesus sebagai Anak Domba Allah (Yoh 1:29). Simbol ini mengingatkan saat bangsa Israel keluar dari Mesir. Darah anak domba yang dioleskan pada ambang pintu merupakan tanda pembebasan (Kel 12:13-14). Anak Domba Allah juga menggambarkan penderitaan Hamba Tuhan, Anak Domba Paskah, domba yang dihantar ke tempat pembantaian. Ia adalah Anak Domba yang menghapus dosa- dosa dunia (1Kor 5:7; Why 5:6.9). Ia Anak Domba Allah bagi seluruh dunia.

b) “Ia ada sebelum aku” (Yoh 1:30-31). Walaupun Yesus adalah seorang manusia, Ia lebih besar daripada manusia yang paling besar, karena Ia adalah kekal. Pernyataan Yohanes ini merujuk pada Kitab Kebijaksanaan yang berbicara tentang kebijaksanaan Allah yang ada sebelum segala ciptaan dan yang bersama dengan Allah (Amsal 8:22-31). Kebijaksanaan itu adalah Sang Sabda (Yoh 1:1); Yesus Kristus.

c) Yesus dipenuhi dengan Roh Kudus (Yoh 1:32). Roh Kudus turun atas Yesus dalam wujud burung merpati. Hal ini mengingatkan tindakan waktu penciptaan: “Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air” (Kej 1:2). Yesus adalah kendaraan Roh Kudus.

d) Yesus membaptis dengan Roh Kudus (Yoh 1:33). Yesus berjanji kepada para murid-Nya bahwa Roh Kudus akan diutus kepada mereka dan tinggal dalam diri mereka (Yoh 14:16-17). Janji itu dipenuhi pada hari Pentekosta, sehingga para murid-Nya, dengan semangat dan hati yang berkobar, bersaksi tentang Yesus yang bakit.

e) Yesus sebagai Anak Allah (Yoh 1:34). Disebut Anak Allah, karena Ia mempunyai hubungan yang khusus dan unik dengan Allah, yang sebelumnya tidak pernah ada relasi seperti itu. Karena Yesus adalah Anak, maka Ia mampu mengatakan bahwa Allah sebagai Bapa-Nya.

2. Dengan sebutan-sebutan tersebut hendak menyatakan bahwa Yesus adalah sebuah misteri. Artinya: dengan semua sebutan yang ditulis dalam Kitab Suci belum mampu mengungkapkan seutuhnya tentang Yesus. Tugas kita adalah mendalami, meresapkan, menghayati dan mengamalkan Sabda Tuhan. Dialah sumber rahmat, damai dan cinta; Dialah kepenuhan hidup kita.

 

MS – Rabu, 3 Januari 2018