SABDA, Minggu 31-12-2017, PESTA KELUARGA KUDUS: YESUS, MARIA, YUSUF

BACAAN

Kej 15:1-6; 21:1-3 – “Anak kandungmulah yang akan menjadi ahli warismu”
Ibr 11:8.11-12.17-19 – “Iman Abraham, Sara dan Ishak”
Luk 2:22-40 (Luk 2:22.39-40) 9 – “Anak itu bertambah besar dan penuh hikmat”

 

RENUNGAN

  1. Hari ini Gereja merayakan Pesta Keluarga Kudus Nasaret: Yesus, Maria, Yusup. Dengan perayaan ini Gereja ingin mengangkat kembali kehidupan keluarga menurut cita-cita semula. Dalam kesempatan ini, kita diajak untuk merefleksikan kembali makna dan pentingnya sebuah keluarga.
  2. Yesus memilih lahir dalam sebuah keluarga, dengan maksud menyelamatkan keluarga. Iblis telah berhasil memisahkan Adam dan Hawa dari Allah, sehingga terjadi krisis dalam hidup berkeluarga. Dan hal tersebut terjadi sampai sekarang.
  3. Tantangan hidup berkeluarga saat ini sangat nyata, antara lain: a) perjanjian perkawinan hanyalah selembar kertas yang ditanda-tangani, b) poligami, c) perselingkuhan, d) perceraian yang terus meningkat, e) kawin kontrak, f) migrasi dan keterpisahan keluarga-keluarga, g) ekonomi, h) tidak ada keteladanan iman dari orang tua, bahkan banyak orang tua tidak lagi ke gereja, i) perkawinan tidak lagi dihayati sebagai Sakramen. Akibat yang nyata adalah anak-anak tidak lagi mengalami kebahagiaan seperti dijanjikan dalam Sakramen Perkawinan, padahal keluarga adalah gambaran Allah sebagai komunio antar pribadi, keluarga adalah sekolah cinta, Gereja kecil, anugerah Allah untuk membantu semua anggotanya untuk tumbuh dan berkembang.
  4. Unsur-unsur penting dalam Keluarga Kudus Nasaret: a) mereka berpusat pada Yesus. Dengan ini maka keluarga akan tumbuh dalam kesucian, b) semua anggota keluarga melaksanakan kehendak Allah. Maria: “Jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Yusup taat pada kehendak Allah dengan membawa Maria dan kanak-kanak Yesus ke Mesir, dan dari Mesir ke Palestina. Yesus taat pada Bapa-Nya, bahkan sampai mati di salib: “Bukan kehendak-Ku, tetapi kehendak-Mulah yang terjadi.” c) mereka selalu berdoa sejak awal terbentuknya keluarga, secara teratur pergi ke Bait Allah. Yesus akrab dengan Kitab Suci. Bahkan pada umur 12 tahun, Ia berdiskusi tentang Kitab Suci dengan para ahli Taurat.
  5. Ketika keluarga kita berpusat pada Yesus, melakukan kehendak Allah, dan berdoa, dan masing-masing menjalankan perannya, maka selalu ada jalan untuk membangun keluarga, bahkan ketika sedang mengalami kesulitan dan kegagalan.
  6. Bapak-bapak dan para suami bisa belajar banyak dari St. Yusup. Ia melengkapi dan melindungi keluarga, bekerja keras sebagai tukang kayu demi memenuhi kebutuhan keluarga, melindungi Maria dan Yesus dari kebengisan Herodes dengan membawa mereka ke Mesir. Dibutuhkan keteladanan iman dari para bapak untuk anak-anak mereka.
  7. Tugas utama Maria adalah merawat Yesus, mengajari Dia bagaimana mengasihi orang lain, mengajari Dia taat pada kehendak Allah. Ketika seorang ibu tidak terbakar oleh iman, ketika mengabaikan Yesus, ketika cintanya pada Allah memudar, maka mukjijat dalam keluarga tidak ada lagi.
  8. Bagaimana dengan keluarga Anda pada saat ini?

 

(MS)