SABDA, Rabu, 27-12-2017 MURID YANG DIKASIHI YESUS

BACAAN

1Yoh 1:1-4 – “Apa yang telah kami lihat dan kami dengar, itulah yang kami tuliskan kepada kamu”
Yoh 20:2-8 – “Murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur”

 

RENUNGAN

  1. Hari ini Gereja merayakan pesta St. Yohanes, Rasul dan Penulis Injil. Dalam Inji Yohanes, murid yang dikasihi Yesus ini mewakili komunitas baru yang lahir di sekitar Yesus. Kita menemukan Murid terkasih di kaki Salib Yesus, bersama Maria, ibu Yesus (Yoh 19:26). Maria mewakili orang-orang dari Perjanjian Lama. Pada waktu itu timbul konflik antara Sinagoga dan Gereja. Beberapa orang Kristen ingin meninggalkan Perjanjian Lama dan hanya mematuhi Perjanjian Baru. Dari Salib, Yesus berkata: “Ibu, inilah anakmu.” Dan kepada murid yang dikasihi: “Anak, inilah ibumu.” Keduanya harus tetap bersama sebagai ibu dan anak. Dengan demikian, Perjanjian Lama tidak bisa dipisahkan dari Perjanjian Baru.
  2. Maria Magdalena memberi informasi kepada Petrus dan murid yang terkasih: “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Mereka lari menuju kubur. Yang muda sampai di kubur terlebih dahulu. Ia melihat kain kafan terletak di tanah, akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Simon melihat hal yang sama, dan melihat kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Murid yang lain itu juga masuk: ia melihat dan percaya.
  3. Murid yang dikasihi percaya karena melihat dengan cara yang berbeda. Ia memandang dengan penuh cinta terhadap Gurunya. Pagi berikutnya, setelah mereka mencari ikan, ia merasakan kehadiran Yesus dan berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan” (Yoh 21:7). Setelah diberitahu oleh murid yang dikasihi, Petrus mulai mengakui dan mulai mengerti. Lalu Yesus bertanya sampai tiga kali: “Petrus, apakah engkau mengasihi Aku?” (Yoh 21:15.16.17. Setelah tiga kali bertanya dan Petrus juga menjawab tiga kali, Yesus mempercayakan kawanan domba-domb-Nya kepada pemeliharaan Petrus, dan pada saat itu Petrus juga menjadi “murid yang dikasihi.” Apakah aku juga sebagai “murid yang dikasihi” Yesus?

 

(MS)