SABDA, Senin 25-12-2017, HARI RAYA NATAL: SABDA TELAH MENJADI MANUSIA

BACAAN

Yes 52:7-10 – “Segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari dari Allah kita”
Ibr 1:1-6 – “Allah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya”
Yoh 1:1-18 – “Firman telah menjadi manusia”

 

RENUNGAN

  1. Yohanes mengawali Injilnya dengan sebuah Prolog (Yoh 1:1-18) atau Pendahuluan yang isinya sangat padat dan kaya, sekaligus merupakan ringkasan Injil Yohanes.
  2. Dengan kata-kata: “Pada mulanya adalah Firman”, Yohanes mengingatkan kembali kalimat pertama Kitab Kejadian: “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kej 1:1). Allah menciptakan segala sesuatu dengan Sabda-Nya. “Dia berfirman, maka semuanya jadi” (Mzm 33:9). Jadi semua ciptaan adalah ungkapan Sabda Allah. Sabda Allah yang hidup ini hadir dalam segala sesuatu, menyinari kegelapan. Dan kegelapan berusaha menguasai terang, namun tidak berhasil.
  3. Yohanes Pembaptis datang untuk membantu umat manusia menemukan dan menikmati terang serta penghiburan dari Sabda Allah ini. Kesaksian Yohanes sangat penting, sehingga banyak orang berpikir bahwa ia adalah Kristus atau Mesias (Kis 19:3; Yoh 1:20). Inilah mengapa Prolog ini menjelaskan dengan berkata ”Yohanes bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.”
  4. Sabda Allah datang ke dunia, khususnya dalam sejarah Umat Allah, tetapi dunia tidak mengenal-Nya, tidak menerima Sabda itu. “Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.” Umat Israel dengan segala sistem keagamaannya menutup diri terhadap Sabda, sehingga mereka tidak mampu mengenal Kabar Gembira Injil.
  5. Tetapi setiap orang yang membuka diri untuk menerima Sabda, menjadi anak-anak Allah. Seseorang menjadi anak Allah bukan karena jasanya sendiri, juga bukan karena keturunan Israel, tetapi karena karena percaya bahwa Allah, dalam kemurahan-Nya, sudi menerima kita. Sabda Allah meresap ke dalam diri seseorang dan membuat orang tersebut merasa diterima sebagai anak Allah.
  6. Allah tidak ingin tinggal jauh dari kita, karena itu Sabda-Nya hadir di tengah-tengah kita dalam diri Pribadi Yesus. Prolog, secara literer, berkata: “Dan Sabda menjadi daging dan tinggal di antara kita.” Dalam kisah Keluaran dari Mesir, Allah tinggal di sebuah tenda di antara orang-orang Israel (Kel 25:8). Sekarang ini, tenda tersebut adalah Yesus. Yesus datang untuk menyatakan siapa sebenarnya Allah kita; Allah yang hadir dalam segala sesuatu, dari awal mulainya ciptaan.

SELAMAT MERAYAKAN NATAL, TUHAN MENYERTAI KITA ANAK-ANAK-NYA

(MS)