SABDA, Minggu Adven III 17-12-2017, YOHANES PEMBAPTIS: SAKSI TERANG.

BACAAN

Yes 61:1-2a.10-11 – “Aku bersukaria di dalam Tuhan”
1Tes 5:16-26 – “Semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita”
Yoh 1:6-8.19-28 – “Di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal”

 

RENUNGAN

  1. Dalam Minggu Adven III ini, bacaan Injil menampilkan seorang tokoh, yaitu Yohanes Pembaptis. Yohanes bukanlah terang, tetapi saksi.
  2. Yohanes sadar sepenuhnya bahwa seluruh hidupnya terkait dengan Kristus. Ketika ditanya tentang identitasnya, dia dengan tegas mengatakan: dia bukanlah terang itu, “dia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya” (Yoh 5:35). Dia bukan mempelai laki-laki, dia adalah “sahabat mempelai laki-laki” (Yoh 3:29). Dia bukan kebenaran, dia adalah saksi kebenaran. Dia bukan firman, dia adalah suaranya. Pengakuan ini merupakan penyangkalan diri dan kerendahan hati untuk memberi ruang bagi Yesus.
  3. Siapakah Yohanes Pembaptis? Dia bukan Mesias, bukan terang, bukan Elia yang kembali ke bumi. Dia adalah pendahulu, seorang saksi sederhana yang benar-benar tidak berarti dan tidak pantas sehubungan dengan Dia yang dia umumkan. Dalam sikap menyangkal diri dan rendah hati ini, Yohanes menemukan identitas dirinya: dia adalah suara di padang gurun dan saksi terang.
  4. Masa Adven mengundang kita untuk suatu tugas perutusan, yaitu menjadi saksi bahwa terang itu ada dan membawa terang itu ke dalam masyarakat kita yang dilingkupi kegelapan dan ketidakjelasan. Kita akan mampu menjadi saksti terang, bila terang itu bercahaya di dalam diri kita dan kita hidup dalam terang. Terang menjangkau hati kita melalui Sabda Tuhan, doa, perayaan Sakramen terutama Ekaristi Kudus dan Sakramen Tobat.
  5. Masing-masing dari kita adalah “seorang yang diutus oleh Tuhan”, seorang nabi kecil yang diutus di antara Umat Allah dan kepada dunia yang tidak percaya kepada Tuhan. Siapkah aku?

 

(MS)