SABDA, Jumat, 10-11-2017 MENJADI ANAK-ANAK TERANG YANG CERDIK

BACAAN

Rom 15:14-21 – “Aku menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi”
Luk 16:1-8 – “Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang”

 

RENUNGAN

  1. Injil hari ini menghadirkan sebuah perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur. Lukas berkata: “Tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik.” Yang dimaksud tuan adalah Yesus sendiri. Bagaimana Yesus memuji bendahara yang korup itu?
  2. Ay 1-2 – Bendahara itu terancam kehilangan pekerjaannya. Tuan itu menemukan korupsi dan memutuskan untuk mem-phk bendahara yang tidak jujur itu. Bendahara itu berhadapan dengan keadaan darurat, di mana ia harus mencari jalan keluar supaya tetap hidup. Ketika Tuhan hadir dalam kehidupan seseorang, seringkali segala sesuatu berubah dan ia menemukan dirinya berada dalam keadaan darurat. Ia harus membuat keputusan dan jalan keluar.
  3. Ay 3-4 – Bendahara itu mulai berpikir untuk menemukan jalan keluar. Ia menganalisis setiap kemungkinan yang akan terjadi. Ia berkata: “Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.” Ia mencoba mencari jaminan untuk masa depan hidupnya. Bendahara itu bertindak dengan konsisten sesuai dengan yang ia pikirkan.
  4. Ay 5-7 – Eksekusi terhadap solusi yang ia temukan. Dengan sangat tidak beretika, bendahara itu bertindak dengan konsisten. Kriteria tindakannya bukanlah kejujuran dan keadilan, melainkan kepentingannya sendiri. Ia ingin memiliki jaminan hidup dengan cara ada seseorang yang menerima dirinya di rumahnya.
  5. Ay 8 – Tuan memuji hamba yang tidak jujur itu. Kesimpulan yang membingungkan. Yang dimaksud tuan adalah Yesus. Yesus tidak memuji pencuri itu, tetapi memuji spirit dari bendahara itu. Ia tahu bagaimana mengkalkulasi barang-barang secara seksama dan menemukan sebuah jalan keluar ketika ia menemukan dirinya tanpa pekerjaan. Dalam hal ini anak-anak dunia ini cerdik dalam mengurus kepentingan mereka. Maka dengan cara yang sama, anak-anak terang seharusnya belajar dari mereka untuk cerdik dalam mencari solusi terhadap setiap masalah mereka dengan menggunakan kriteria Kerajaan Allah dan bukan kriteria duniawi. “Hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati” (Mt 10:16).
  6. Apakah aku konsisten dalam pikiran dan tindakan? Kriteria mana aku gunakan untuk menyelesaikan setiap masalahku?

 

(MS)