SABDA, Kamis 2-11-2017, PESTA ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN: VISI SANTA FAUSTINA TENTANG API PENYUCIAN

BACAAN

2Mak 12:43-46 – “Sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh memikirkan kebangkitan”
1Kor 15:12-28 – “Kalau kebangkitan orang mati tidak ada, maka Kristus pun tidak dibangkitkan”
Yoh 6:37-40 – “Setiap orang yang percaya kepada Anak Allah beroleh hidup yang kekal, dan Tuhan akan membangkitkannya pada akhir zaman”

 

RENUNGAN

  1. Hari ini Gereja semesta merayakan pesta Arwah Semua Orang Beriman. Kita kenang saudara-saudara kita yang telah meninggal, namun masih berada di Api Penyucian. Seluruh bulan Nopember ini kita khususkan untuk berdoa dan berkurban untuk memohon kerahiman Allah atas mereka. Sebagai orang beriman kita percaya akan Persekutuan Para Kudus, yaitu persekutuan kita yang masih hidup di dunia ini, maupun semua Orang Kudus di surga dan semua orang yang telah meninggal, yang masih berada di Api Penyucian.
  2. Tuhan Yesus yang berbicara kepada Faustina, sebagaimana ditulis dalam Buku Catatan Harian, telah memberi pengertian kepadanya tentang Api Penyucian atau Purgatorium. Dalam penglihatan, Faustina mendapat gambaran tentang tempat Api Penyucian: “Tempat berkabut yang penuh dengan api, di mana ada satu himpunan besar jiwa yang sedang menderita. Mereka berdoa dengan amat khusyuk bagi diri mereka sendiri, tetapi tanpa hasil; hanya kita yang dapat membantu mereka” (BCH 20).
  3. Jiwa yang berada di Api Penyucian: “Ia dalam keadaan mengerikan, seluruh tubuhnya terbakar dengan wajahnya dipenuhi luka yang menyakitkan” (BCH 58).
  4. Yesus berkata kepada Faustina: “Hari ini, bawalah kepada-Ku jiwa-jiwa yang dipenjarakan di Purgatorium, dan benamkanlah mereka dalam lubuk kerahiman-Ku. Biarlah banjir Darah-Ku menyejukkan mereka yang kepanasan. Semua jiwa ini sangat Kukasihi. Mereka sedang melunasi hukuman-Ku yang adil. Engkau memiliki kekuatan untuk meringankan mereka” (BCH 1226).
  5. Faustina membawa jiwa-jiwa kepada Yesus yang Maharahim: “Aku membawa ke kediaman Hati-Mu yang Maharahim jiwa-jiwa di Purgatorium, jiwa-jiwa yang sangat Engkau kasihi, tetapi sekaligus harus melunasi hukuman yang dijatuhkan oleh keadilan-Mu. Semoga aliran Darah dan Air yang memancar dari Hati-Mu memadamkan nyala api yang memurnikan itu, supaya di tempat itu pun kuasa kerahiman-Mu dapat dimuliakan” (BCH 1227).
  6. Faustina juga memohon indulgensi untuk jiwa-jiwa di Purgatorium (BCH 346). Sudah selayaknya kita berdoa bagi jiwa-jiwa yang sudah meninggal dan memohonkan indulgensi bagi mereka. Doa-doa kita untuk mereka tidak akan sia-sia karena kita mengharapkan kebangkitan (2Mak 12:44).

 

(MS)