SABDA, Sabtu 28-10-2017, KEPUTUSAN UNTUK MENJADI ORANG PERCAYA

BACAAN

Ef 2:19-22 – “Kamu dibangun di atas dasar para rasul”
Luk 6:12-19 – “Yesus memilih dari antara murid-murid-Nya dua belas orang yang disebut-Nya rasul”

 

RENUNGAN

  1. Yesus naik ke sebuah gunung untuk berdoa. Ia berdoa semalam-malaman. Pada hari berikutnya, Ia harus memilih dua belas dari para murid-Nya. Hal tersebut merupakan keputusan yang sangat serius dan menentukan, maka Ia membutuhkan kebijaksanaan dari Bapa-Nya.
  2. Ketika kita melihat sepintas beberapa orang dari yang Ia pilih, mungkin kita akan heran: apakah Yesus benar-benar berkomunikasi dengan Bapa-Nya pada malam sebelumnya, atau Bapa yang tidak mendengarkan doa Yesus. Cobalah perhatikan mereka. Petrus pernah menyangkal Yesus. Yakobus dan Yohanes menginginkan agar Allah menyerang dan membakar seluruh kota dengan halilintar, karena orang-orang di situ tidak mau menerima Yesus. Kemudian ada Thomas yang ragu-ragu. Nathanael menggambarkan tidak ada sesuatu yang baik dari Nasaret. Dan Yudas, berbalik menjadi pengkhianat. Mungkin seorang manager perusahaan akan bertanya kepada Yesus: “Apakah Engkau menginterview orang-orang ini?”
  3. Yang sangat mengagumkan dari semua ini adalah, dengan satu pengecualian, semua orang yang Yesus pilih, menyesali tingkah laku mereka yang salah, mengubah gaya hidup mereka, menyatakan Tuhan yang bangkit, dan bersaksi tentang Tuhan dan kerajaan-Nya dengan darah mereka. Luar biasa!
  4. Yesus sepertinya membuat pilihan dengan benar, … kecuali satu. Mengapa Allah mengijinkan Yesus memilih Yudas? Kita tidak pernah akan mampu menjawab pertanyaan ini dengan pasti. Tak seorang pun dari kita bisa memasuki pikiran Allah. Tetapi kita dapat berspekulasi.
  5. Allah memberikan posisi tersebut kepada Yudas, dengan harapan ia bersikap seperti murid-murid lainnya. Bagi para rasul, panggilan memberikan sebuah rahmat, tapi akhirnya hanya sebelas murid yang yakin akan hal tersebut. Masing-masing dari sebelas murid memilih untuk menjadi orang-orang yang beriman.
  6. Tuhan telah memanggil kita. Masing-masing dari kita harus membuat keputusan tiap hari. Keputusan kita hari ini akan menandai kita sebagai orang percaya atau orang yang tidak percaya seperti yang dibuat Yudas Iskariot.

 

(MS)