SABDA, Rabu 25-10-2017, SEKALI LAGI: BERSIAP SIAGA DAN BERJAGA-JAGALAH!

BACAAN

Rom 6:12-18 – “Serahkanlah dirimu keada Allah sebagai orang-orang yang telah bangkit dari kematian”
Luk 12:39-48 – “Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan”

 

RENUNGAN

  1. Injil hari ini berbicara lagi tentang nasehat untuk berjaga-jaga dengan dua perumpamaan. Injil kemarin bicara tentang Tuan dan hamba (Lk 12:36-38). Hari ini, perumpamaan pertama tentang tuan rumah dan pencuri (Lk 12:39-40), perumpamaan kedua tentang tuan dan pelayan (Lk 12:41-47).
  2. Ay 39-40 – Perumpamaan tentang tuan rumah dan pencuri. Jika tuan rumah tahu kapan pencuri akan membobol rumahnya, maka ia tak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Kita juga harus siap siaga, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kita harapkan. Tak seorang pun tahu, kapan Anak Manusia akan datang, hanya Allah Bapa yang tahu (Mk 13:32). Pada jaman modern ini banyak nabi palsu yang meramalkan kedatangan Anak Manusia. Dan semuanya tidak terbukti. Maka sekarang ini semakin banyak orang acuh tak acuh terhadap kedatangan-Nya, bahkan acuh tak acuh terhadap Allah. Apa yang sebenarnya jauh lebih penting adalah tidak perlu tahu saat akhir jaman, tetapi menyadari bahwa Yesus, sebenarnya, sudah hadir dan berada di tengah-tengah kita, hadir di dalam orang-orang yang miskin dan sengsara, hadir dalam peristiwa kehidupan kita setiap hari.
  3. Ay 41-48 – Dalam menanggapi pertanyaan Petrus, Yesus merumuskan pertanyaan lain dalam bentuk perumpamaan tentang tuan dan pelayan. Pelayan yang baik ialah seseorang yang melakukan tugasnya sebagai pelayan, ia tidak menggunakan barang-barang yang ia terima untuk kepentingannya sendiri, dan ia selalu siap dan penuh perhatian. Jawaban Yesus tersebut tidak hanya untuk Petrus, tetapi juga untuk kita semua. Peringatan terakhir diberikan kepada para murid dan juga kita: “Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.” Dengan ini Tuhan mengharapkan agar kita menggunakan dengan baik setiap pemberian dan rahmat dari-Nya. Kalau hidup kita berkelimpahan rahmat Tuhan, maka kita pun siap untuk berbuat lebih banyak demi kemuliaan Tuhan.

 

(MS)