SABDA, Kamis 21-9-2017, APAKAH GEREJA BERBELAS KASIH SEPERTI YESUS

BACAAN

Ef 4:1-7.11-13 – “Ada yang dianugerahi menjadi rasul, ada yang menjadi pewarta Injil”
Mat 9:9-13 – “Berdirilah Matius, lalu mengikuti Yesus”

 

RENUNGAN

  1. Ay 9 – Panggilan untuk mengikuti Yesus. Murid-murid pertama yang dipanggil Yesus adalah para nelayan. Mereka semua adalah orang Yahudi (Mt 4:18-22). Sekarang Yesus memanggil seorang pemungut pajak. Oleh orang-orang Parisi, para pemungut cukai disamakan dengan perampok, pendosa dan najis. Si pemungut pajak tersebut adalah Matius, yang berarti pemberian Allah; ia menjadi tanda keselamatan bagi semua orang. Ketika Yesus memanggilnya, dia meninggalkan segala sesuatu, bahkan sumber penghidupannya, dan mengikuti Yesus
  2. Ay 10 – Yesus duduk bersama dengan para pendosa dan pemungut cukai. Pada waktu itu, orang-orang Yahudi hidup terpisah dengan para pemungut cukai, para pendosa, dan orang-orang kusta. Mereka tidak pernah mau makan semeja dengan mereka. Bagi umat Kristen awal, hal tersebut merupakan tantangan besar. Umat Kristen, didasari Khotbah di Bukit, berusaha melawan isolasi ini dan duduk makan bersama mereka. Walaupun Yesus telah memberi contoh, namun dalam kenyataannya sungguh tidak mudah untuk mewujudkannya.
  3. Ay 11 – Pertanyaan orang-orang Parisi. Melihat sikap Yesus yang bersahabat dengan para pendosa, mereka bertanya kepada para murid-Nya: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Duduk bersama dengan orang-orang berdosa dan orang-orang najis, berarti ikut menjadi najis. Menurut orang-orang Parisi, maka Yesus menjadi najis. Pada waktu Injil Matius ditulis, konflik tersebut sangat dirasakan oleh umat Kristen waktu itu.
  4. Ay 12-13 – “Yang Kukehendaki ialah belaskasihan, bukan korban.” Mendengar pertanyaan orang-orang Parisi, Yesus memberi tanggapan. Pertama, Yesus menggunakan pandangan umum: “Bukan orang sehat yang membutuhkan tabib, tetapi orang sakit.” Kedua, Yesus menolak kritik orang-orang Parisi; Yesus tidak bisa menerima argumen mereka, karena mereka menggunakan gagasan yang salah tentang Hukum Allah. Yesus mengutip Kitab Suci: “Yang Kukehendaki ialah belaskasihan, bukan persembahan” (Hos 6:6). Bagi Yesus, belaskasihan jauh lebih penting daripada peraturan tentang kenajisan. Allah memiliki belaskasihan yang begitu mendalam, dan Ia tergerak sebelum manusia mengalami kegagalan (Hos 11:8-9).
  5. Dalam Gereja kita, siapa yang biasanya tersingkirkan? Apa tantangan bagi komunitas dan lingkungan kita?

 

(MS)