SABDA, Sabtu, 26-8-2017 GAJAH DIBLANGKONI

BACAAN

Rut 2:1-3.8-11 – “Tuhan telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus”
Mt 23:1-12 – “Mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukan”

 

RENUNGAN

  1. Injil hari ini merupakan bagian dari kritik panjang yang dibuat Yesus melawan para ahli Kitab dan orang-orang Parisi (ay 1-39). Yesus mengkritik ketidakcocokan relasi mereka dengan Allah dan dengan sesama manusia. Ia mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang munafik.
  2. Ay 1-3 – Kesalahan mendasar: mereka mengatakan, tetapi mereka tidak melakukan (=gajah diblangkoni). Yesus menyampaikan kritik terhadap orang Parisi dan ahli Kitab di hadapan orang banyak dan para murid. Alasan Yesus mengkritik mereka adalah ketidak-cocokan antara kata dan tindakan. Mereka mengatakan tetapi tidak melakukan. Yesus tahu sifat-sifat mereka: “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Parisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.”
  3. Ay 4-7 – Kesalahan fundamental ditunjukkan dalam berbagai cara. Kesalahan mereka paling fundamental adalah: “Mereka mengatakan, tetapi tidak melakukan.” Kesalahan tersebut antara lain: a) Mereka mengikatkan beban-beban berat di bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. b) Mereka tahu hukum dengan baik, tetapi tidak melaksanakan. c) Mereka melakukan segala sesuatu demi dilihat dan dipuji orang. d) Mereka memakai jubah panjang waktu berdoa. e) Mereka suka menduduki tempat-tempat utama dan suka diberi salam di pasar-pasar dan alun-alun. f) Mereka suka disebut “Guru.” g) Mereka menempatkan diri sebagai klas yang berbeda. Di hadapan Yesus, semuanya itu adalah kemunafikan.
  4. Ay 8-12 – Bagaimana mengatasi kesalahan fundamental tersebut? Kesalahan tersebut bisa diatasi bila: a) masing-masing orang beriman siap menjadi pelayan: “Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.” b) Komunitas yang mengutamakan jiwa persaudaraan, bukan menumbuhkan perbedaan. Maka Yesus menegaskan: Jangan suka disebut Rabbi, bapa, dan pemimpin di dunia ini. Jiwa persaudaraan berarti: “Kamu semua adalah saudara dan saudari!” c) Semangat rendah hati: “Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
  5. Apa motivasi Anda melayani Gereja (menjadi anggota Dewan, prodiakon, dll)? Menurut saya, munafik adalah salah satu ciri khas manusia Indonesia. Antonius Tonny Budiono, Dirjen Perhubungan Laut, seorang pejabat teladan, tetapi terima suap Rp. 20 M. Dan dia kena OTT KPK. Adakah sifat-sifat munafik dalam diri Anda?

 

(MS)