SABDA, Selasa, 25-7-2017, BARANGSIAPA INGIN MENJADI BESAR, IA HARUS MENJADI PELAYAN. BARANGSIAPA INGIN MENJADI TERKEMUKA, IA HARUS MENJADI HAMBA

BACAAN

2Kor 4:7-17 – “Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami”
Mt 20:20-28 – “Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum?”

 

RENUNGAN

  1. Injil hari ini menampilkan dua pokok: permintaan ibu anak-anak Zebedeus (ay 20-23) dan diskusi para murid mengenai tempat utama (ay 24-28).
  2. Ay 20-21 – Permintaan seorang ibu agar anak-anaknya mendapat tempat utama. Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak tahu arti penting pesan pewartaan Yesus. Mereka masih saja memiliki ambisi-ambisi pribadi yang tidak sesuai dengan kehendak Yesus. Mereka hanya memikirkan kepentingan sendiri. Walaupun mereka sudah mengikuti Yesus bertahun-tahun namun mereka tidak mau mengubah cara memandang. Mereka masih saja melihat Yesus dengan kacamata mentalitas waktu itu. Pikiran mereka masih mengutamakan ganjaran yang akan diterima karena mengikuti Yesus. Namun jangan lupa, bahwa dalam komunitas dan Gereja pun ada ambisi-ambisi sebagaimana dimiliki para murid itu.
  3. Ay 22-23 – Jawaban Yesus. Yesus bereaksi dengan keras: “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta.” Dan Ia minta apakah mereka sanggup minum cawan yang akan Ia minum. Cawan Yesus adalah penderitaan, baptisan darah, dan Salib. Mereka menjawab: “Kami sanggup.” Hal tersebut bukan merupakan jawaban yang muncul dari hati, karena beberapa hari kemudian, mereka meninggalkan Yesus seorang diri pada saat Ia mengalami sengsara (Mk 14:50).
  4. Ay 24-27 – Yesus berbicara sebagai orang yang berkuasa. Para penguasa waktu itu tidak pernah menganggap rakyat sebagai subyek. Mereka bertindak sesuai dengan apa yang mereka mau (Mk 6:27-28). Masyarakat mengalami penindasan dan penyalahgunaan kekuasaan. Yesus memiliki tawaran yang sama sekali berbeda dengan mereka. Ia berkata: “Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.” Dengan Sabda-Nya itu, Yesus melawan persaingan yang tidak sehat, dan Ia berkehendak mengubah sistem dan menekankan bahwa pelayanan merupakan obat melawan ambisi pribadi.
  5. Ay 28 – Ringkasan kehidupan Yesus. Yesus merumuskan misi dan hidup-Nya: “Aku datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.” Ia datang untuk memberikan hidup-Nya sendiri sebagai tebusan bagi banyak orang. Ia adalah Mesias Hamba sebagaimana dinyatakan oleh nabi Yesaya (42:1-9; 49:1-6; 50:4-9; 52:13-53:12). Ia belajar dari Ibu-Nya yang mengatakan: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan” (Luk 1:38). Sebuah jalan yang sama sekali baru.
  6. Apa yang aku minta kepada Yesus dalam doa-doaku?

 

(MS)