SABDA, Selasa, 4-7-2017, IMAN DI TENGAH BADAI KEHIDUPAN

BACAAN

Kej 19:15-29 – “Tuhan menurunkan hujan belerang dan api ke atas Sodom dan Gomora”
Mat 8:23-27 – “Yesus bangun, menghardik angin dan danau, maka danau menjadi teduh sekali”

 

RENUNGAN

  1. Ay 23 – Yesus naik perahu diikuti oleh para murid-Nya. Yang hendak diungkapkan oleh Matius adalah bahwa Yesus sebagai Guru, dan murid-murid mengikuti Sang Guru.
  2. Ay 24-25 – Pada waktu itu angin dari gunung berembus sangat kuat dan menyebabkan badai. Badai dahsyat, laut mengancam, perahu penuh air. Para murid adalah nelayan berpengalaman. Kalau mereka teriak-teriak karena badai, berarti situasinya sungguh amat buruk dan bahaya. Tetapi Yesus tidur. Mereka berteriak: “Tuhan tolonglah, kita binasa.” Mereka putus asa. Yesus tidur. Hal ini tidak hanya pertanda Ia capai, tetapi juga menunjukkan kepercayaan Yesus kepada Allah. Perbedaan sikap antara Yesus dan murid-murid-Nya begitu besar.
  3. Ay 26 – Reaksi Yesus. Yesus bangun, bukan karena badai gelombang melainkan karena teriakan putus asa para murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Yesus berdiri dan menghardik angin dan danau. Danau menjadi teduh sekali. Peristiwa ini mengingatkan akan bangsa Israel yang menyeberangi laut merah (Kel 14:22). Juga akan kata-kata Yesaya kepada orang-orang Yahudi: “Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau.” (Yes 43:2).
  4. Ay 27 – Para murid takut dan bertanya: “Siapa orang ini?” Yesus bertanya: “Mengapa kamu begitu takut?” Para murid tidak tahu harus menjawab apa. Dengan penuh keheranan, mereka bertanya kepada diri sendiri: “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?” Walaupun mereka telah lama bersama Yesus, namun mereka masih belum tahu siapa Yesus. Bagi mereka: Yesus sebagai orang asing. “Siapa orang ini?”
  5. Iman diuji lewat badai. Bagaimana pengalaman imanku ketika aku berada dalam badai kehidupan?

 

(MS)