SABDA, Sabtu, 1-7-2017, KAGUM DAN PERCAYA SEPENUHNYA KEPADA YESUS

BACAAN

Kej 18:1-15 – “Adakah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan?”
Mat 8:5-17 – “Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat, dan duduk makan bersama dengan Abraham, Iskak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga”

 

RENUNGAN

  1. Ay 5-7 – Perwira Romawi: seorang asing, bukan Yahudi. Ia tidak minta sesuatu, tetapi hanya menyampaikan bahwa hambanya sakit lumpuh dan sangat menderita. Namun demikian, informasi tersebut cukup untuk menyampaikan masalahnya kepada Yesus. Sebuah sikap yang penuh percaya dan pasrah kepada-Nya. Dan Yesus menanggapi: “Aku akan datang menyembuhkannya.”
  2. Ay 8-9 – Perwira itu tidak mengharapkan bahwa Yesus akan datang ke rumahnya. Ia berkata: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” Bagi perwira tersebut, Yesus adalah pribadi yang dapat dipercaya dan Ia tidak pernah akan menolak orang yang datang kepada-Nya untuk menyampaikan masalahnya.
  3. Ay 10-13 – Perwira itu kagum terhadap reaksi Yesus dan Yesus kagum terhadap perwira itu: “Iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel.” Perwira itu kagum, karena Yesus menjawab kerinduan hatinya.
  4. Ay 14-15 – Penyembuhan ibu mertua Petrus. “Dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia.”
  5. Ay 16-17 – Pemenuhan nubuat nabi Yesaya. Mereka membawa banyak orang yang kerasukan roh jahat pada malam hari. Dengan kata-kata-Nya, Yesus mengusir roh-roh jahat itu dan menyembuhkan semua orang sakit. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.” Dengan ini Matius mengajarkan bahwa Yesus adalah Mesias-Hamba, seperti disampaikan oleh nabi Yesaya, dan menggunakan Kitab Suci untuk menerangi dan memaknai peristiwa-peristiwa.
  6. Mengapa sekarang ini orang-orang tidak kagum kepada Yesus seperti telah dibuat oleh perwira tadi? Iman: percaya total dan pasrah kepada Penyelenggaraan Ilahi. Bagaimana imanku?

 

(MS)