SABDA, Selasa, 13-6-2017, PERUTUSAN KITA: MENJADI GARAM DAN TERANG

BACAAN

2Kor 1:18-22 – “Pada Yesus bukanlah terdapat “ya” dan “tidak” melainkan hanya ada “ya”
Mat 5:13-16 – “Kamu adalah garam dunia.” “Kamu adalah terang dunia”

 

RENUNGAN

  1. Melalui Injil hari ini, kita menerima tugas perutusan untuk menjadi garam dan terang dunia. Kegunaan garam antara lain untuk penyedap makanan dan mengawetkan makanan. Cahaya berguna untuk menerangi lingkungan sekitarnya.
  2. Ay 13: Garam dunia. Dengan menggunakan gambaran kehidupan setiap hari, kata-kata sederhana dan langsung, Yesus menyampaikan perutusan dan alasan menjadi seorang Kristen, yaitu menjadi garam. Pada waktu itu, ketika cuaca sangat panas, manusia dan binatang butuh mengkonsumsi banyak garam. Garam dibawa oleh para pedagang dalam bentuk balok besar dan diletakkan di lapangan umum. Banyak garam yang jatuh ke tanah, akibatnya rasa asinnya menjadi hilang dan tawar. “Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.” Yesus menggunakan perumpaan ini untuk menjelaskan tugas perutusan yang harus dilaksanakan para murid.
  3. Ay 14-16:Terang dunia. Tak seorang pun menyalakan lilin dan menempatkannya di bawah gantang, tetapi meletakkannya di atas kaki dian. Dengan terang, sebuah kota yang terletak di atas bukit, tidak dapat disembunyikan. Demikianlah mestinya perutusan setiap orang beriman: menjadi garam dan terang dunia.
  4. Kita tidak boleh takut menunjukkan perbuatan baik, tidak untuk dipuji, melainkan demi kemanfaatan bagi banyak orang. Kita bekerja untuk lingkungan yang semakin baik, damai dan penuh cinta: “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar … “ (Kol 4:6).
  5. Identitas dan jati diri Gereja sangat ditentukan sejauh mana kita ikut terlibat dalam keprihatinan masyarakat secara nyata. Menjadi garam dan terang berarti mengikuti Kristus yang tersalib. Yesus memperhatikan orang-orang miskin, terlantar, dan tersingkirkan. Yesus menyembuhkan orang-orang sakit, mengusir setan, dan memerdekakan orang-orang yang terbelenggu. Yesus mengajarkan cinta kasih sejati, dan mengampuni orang-orang berdosa. Dan Yesus memberi pengharapan hidup kekal.
  6. Pertanyaannya: Apakah yang telah, sedang, dan akan kubuat demi mewujudkan tugas perutusan sebagai garam dan terang? Pertanyaan yang sama: untuk komunitas (lingkungan) dan Gereja parokiku.

 

(MS)