SABDA, Rabu, 7-6-2017, AKU PERCAYA AKAN KEBANGKITAN BADAN DAN KEHIDUPAN KEKAL

BACAAN

Tobit 3:1-11a.13.16-17 – “Permohonan Tobit dan Sara di hadapan kemuliaan Allah dikabulkan”
Mrk 12:18-27 – “Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup”

 

RENUNGAN

  1. Ay 18-23. Orang-orang Saduki merupakan kelompok tuan tanah dan para pedagang. Mereka termasuk konservatip, tidak menerima iman akan Kebangkitan. Bagi mereka, Kerajaan Mesias sudah hadir sekarang ini. Mereka mengikuti “Theologi Balas-jasa” artinya: Allah mengganjar dengan kekayaan dan hidup baik terhadap mereka yang melaksanakan Hukum Tuhan, dan menghukum dengan penderitaan dan kemiskinan terhadap mereka yang jahat. Pandangan ini dipegang kuat-kuat dan tidak mau berubah. Mereka juga menginginkan agama yang tidak perlu berubah seperti Tuhan Allah yang tidak berubah. Bagi mereka: Kebangkitan itu khayalan belaka. Maka mereka tidak menerima Kebangkitan dan pertolongan para malaikat, yang menopang perjuangan mereka yang mencari perubahan dan pembebasan.
  2. Ay 19-23. Pertanyaan orang-orang Saduki: Mereka datang kepada Yesus untuk mengkritik dan mentertawakan iman akan Kebangkitan dengan mengajukan contoh tentang seorang wanita yang dikawini 7 laki-laki bersaudara dan tidak memiliki anak, dan perempuan itu mati. Mereka bertanya kepada Yesus: “Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.” Bagi mereka hal tersebut sungguh tidak masuk akal alias absurd.
  3. Ay 24-27: Tanggapan Yesus. Yesus menanggapi dengan keras: “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.” Yesus menerangkan bahwa kondisi orang-orang sesudah meninggal akan sama sekali lain dari kondisi sekarang ini. Sesudah kematian, tidak ada lagi perkawinan, dan semuanya akan seperti para malaikat di Surga. Orang-orang Saduki membayangkan kehidupan di Surga persis sama seperti orang masih hidup di dunia ini. Dan pada akhirnya, Yesus menyimpulkan: “Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat.” Para murid diingatkan: mereka yang berpihak pada cara pandang orang-orang Saduki ini berarti berlawanan dengan Allah.
  4. Apa artinya bagiku: “Aku percaya akan kebangkitan badan dan kehidupan kekal?”

 

(MS)