SABDA, Minggu, 14-5-2017 PESTA ST. MATIAS RASUL

BACAAN

Kis 6:1-7 – “Mereka memilih tujuh orang yang penuh dengan Roh Kudus”
1Petr 2:4-9 – “Kamulah bangsa yang terpilih, kaum imam yang rajawi”
Yoh 14:1-12 – “Akulah jalan, kebenaran dan hidup”

 

RENUNGAN

  1. Hari ini kita merayakan pesta St. Matias, Rasul. Renungan hari ini menyajikan riwayat singkat panggilan Matias sebagai Rasul berdasarkan Kis 1:15-26.
  2. Sesudah Yesus naik ke surga, para murid dan kesebelas Rasul bersama Bunda Maria kembali ke Yerusalem untuk menantikan kedatangan Roh Kudus yang dijanjikan Yesus. Mereka, yang jumlahnya sekitar 120 orang, berkumpul di tingkat atas sebuah rumah di Yerusalem. Mereka bertekun dalam doa sambil menantikan kedatangan Roh Kudus. Pada saat itulah Petrus, pemimpin para Rasul, mengusulkan pemilihan seorang murid untuk menduduki jabatan Rasul menggantikan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Yesus dan sudah mati menggantung diri (Mat 27:5).
  3. Pemilihan seorang Rasul pengganti Yudas ini memenuhi apa yang dikatakan Pemazmur: “Biarlah jabatannya diambil orang lain” (Mzm 69:26; 109:8). Syarat sebagai calon Rasul: haruslah seorang murid yang selalu bersama Yesus sejak pembaptisan-Nya sampai Ia naik ke surga. Sebab seorang Rasul harus mampu memberikan kesaksian tentang Sabda, Karya , dan Kebangkitan Kristus.
  4. Mereka mengajukan dua orang murid, yaitu Yosef, yang disebut Barsabas atau Yustus (= yang adil), dan Matias. Setelah doa bersama-sama, mereka membuang undi. Pilihan jatuh pada Matias. Semenjak itu Matias menjadi penggenap bilangan Keduabelas Rasul. Merekalah pengemban utama tugas untuk menyebarkan Kabar Gembira ke seluruh penjuru dunia.
  5. Menurut Injil hari ini, tugas seorang Rasul adalah: a) Berusaha agar semua orang menerima Yesus sebagai wahyu Allah Bapa. “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku” (Mat 28:19). b) Membawa orang untuk mengikuti jalan Yesus: “Ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ” (Yoh 14:4). Setiap orang yang tahu Yesus berarti tahu jalan, karena jalan itu adalah hidup Yesus sendiri yang memimpin Dia melalui kematian menuju Bapa. c) Membawa orang untuk percaya kepada Yesus sebagai “Jalan, Kebenaran, dan Hidup” (Yoh 14:6). Hanya melalui jalan Yesus, orang sampai kepada Allah: “Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6). Yesus adalah Kebenaran: orang yang melihat Yesus, ia melihat Bapa. Yesus adalah kehidupan. Bila kita berjalan dan bersama Yesus, kita disatukan dengan Bapa dan kita memiliki hidup.
  6. Sudah layakkah aku disebut sebagai Rasul Yesus Kristus? Dan siapkah aku sebagai Rasul?.

 

(MS)